Kerap Dibully Netizen, Begini Ungkapan Hati Mahfud MD

loading...
Kerap Dibully Netizen, Begini Ungkapan Hati Mahfud MD
Menko Polhukam M Mahfud MD. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Sikap dan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD sering menjadi sorotan pengguna media sosial (medsos) netizen.

Bahkan tidak jarang, Mahfud menjadi "sasaran" bully netizen. Kendati demikian Mahfud menegaskan tetap fokus melakukan kebaikan dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai abdi negara.

Dia mengaku tidak memiliki waktu untuk melayani sebagian netizen yang mem-bully dirinya. "Kita melakukan kebaikan pasti ada yang mendukung, di saat yang sama ada pihak lain yang akan menyerang," ujar Mahfud dalam silaturrahmi di peringatan hari ulang tahunnya yang ke-64 secara virtual dengan MMD Initiative, Kamis (13/5/2021).Baca juga: Kutuk Serangan Israel, Fadli Zon Beri Sebilah Keris ke Dubes Palestina

Dalam acara peringatan ulang tahun yang berbalut silaturahmi Idul Fitri ini, hadir sejumlah pengurus MMD Initiative seperti Asmai Ishak, Aries Margono, Mabroer MS dan lainnya.



Hadir sejumlah Staf Khusus Menko Polhukam seperti Rizal Mustary, Erwin Moeslimin Singajuru, Budi Kuncoro, dan Imam Marsudi.

Ada juga tokoh lain juga mengikuti silaturahmi tersebut, seperti mantan Ketua Komisioner LPS Halim Alamsyah, Staf Khusus Wapres KH Masduki Baidlowi, dan Tokoh Ulama Madura KH Malik Madani.

Mahfud mengaku tidak perlu membuang waktu melayani para pembully. Dia menganggap aktivitas para pembully ini adalah sesuatu yang biasa di era kemajuan perkembangan teknologi informasi.

"Memang kita dihadapkan dengan masyarakat yang begitu, didukung dengan perkembangan IT yang tidak bisa kita kontrol. Jadi bagi saya, bullying ya biasa aja," tuturnya.

Menurut dia, saat ini fokusnya mendedikasikan diri dengan segenap kekuatan dan kemampuannya untuk kebaikan bangsa dan negara. "Saya harus terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara selagi saya mampu dan bisa," tandasnya.Baca juga: Erdogan kepada Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran

Apalagi kata Mahfud, praktik penyimpangan seperti korupsi hampir terjadi di semua bidang dan sektor. Sementara, tidak semua sektor bisa diperbaikinya karena keterbatasan kewenangan dan tugasnya saat ini.



Mahfud juga mengaku sudah selesai dengan kepentingan dan urusan dirinya sendiri. Selain menggunakan kewenangannya untuk memperbaiki yang menjadi tugasnya untuk dibenahi, Mahfud juga berusaha menjadi contoh baik bag8 pejabat lainnya.

"Coba sebut bagian mana yang tidak ada penyimpangan, yang tidak ada korupsinya. Tapi karena keterbatasan kewenangan, yang bisa saya lalukan sekurang-kurangnya memberi contoh sebagai pejabat bersih. Anak saya sudah bekerja semuanya, mau apalagi?" tuturnya.

Mahfud menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap pihak yang sudah memberikan dukungan moril kepadanya selama ini. "Terima kasih atas dukungan dan doa anda semua," tutur Mahfud MD.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top