Kisah Bung Karno Tak Punya Uang Jelang Lebaran, Terpaksa Lelang Peci

Kamis, 13 Mei 2021 - 13:09 WIB
loading...
Kisah Bung Karno Tak...
Jubir Presiden, Fadjroel Rachman melalui akun Instagramnya @fadjroelrachman mengulik kisah Presiden RI pertama Soekarno saat tidak memiliki uang jelang momen Lebaran. Foto/IG Fadjroel Rachman
A A A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman melalui akun Instagramnya @fadjroelrachman mengulik kisah Presiden RI pertama Soekarno saat tidak memiliki uang jelang momen Lebaran . Kisah itu dikutip dari Buku “Suka Duka Fatmawati Sukarno” sebagaimana diceritakan kepada Kadjat Adrai.

Kala itu menjelang Lebaran, Bung Karno menemui mantan Menteri Luar Negeri Roeslan Abdoelgani untuk berhutang uang. “Cak, tilpuno Anang Tayib. Kondo’o nék aku gak duwé dhuwik (Cak teleponkan Anang Tayib bilang aku ga ada uang),” tutur Soekarno. Baca juga: Silaturahmi Daring, Jokowi Curhat ke Ma'ruf Amin Lebaran Tak Ditemani Anak-anaknya

Anang merupakan keponakan Roeslan yang tinggal di Gresik. Dimana Anang merupakan pengusaha peci merek Kuda Mas yang sering dikenakan Soekarno. Kemudian Roeslan Abdoelgani malah meminta peci bekas soekarno untuk dilelang.

“Beri aku satu peci bekasmu. Saya akan lelang,” kata Roeslan Abdoelgani.

“Bisa laku berapa, Cak?” tanya Soekarno.

“Wis tala, serahno aé soal iku nang aku. Sing penting bèrès (sudahlah, serahkan saja soal itu pada saya. Yang penting beres),” sahut Roeslan.

Roeslan pun lalu menyerahkan kepada Anang satu peci yang bekas dipakai Soekarno. Roeslan kaget karena jumlah peserta lelang begitu banyak yang mana semuanya pengusaha asal Gresik dan Surabaya. Tapi yang membuatnya sangat terkejut ternyata Anang melelang tiga peci.

“Saudara-saudara, sebenarnya hanya satu peci yang pernah dipakai Bung Karno. Tetapi saya tidak tau lagi mana yang asli. Yang penting ikhlas atau tidak?” tanya Anang

“Ikhlas!!!” seru para peserta lelang.

“Alhamdulillah,” sahut Anang.

Dalam waktu singkat terkumpul uang Rp10.000.000. Semua uang itu segera diserahkan Anang kepada Roeslan.

“Asliné lak siji sé (Yang asli cuma satu ‘kan),” kata Roeslan.

“Iya. Sebenarnya dua peci yang akan saya berikan untuk Bung Karno,” kata Anang.

“Tapi kedua peci itu jelek,” ungkap Roeslan.

“Memang sengaja saya buat jelek. Saya ludahi, saya basahi, saya kasih minyak, supaya kelihatan bekas dipakai,” sahut Anang.

“Koen iki kurang ajar Nang, mbujuki wong akèh (Kamu kurang ajar Nang. Nipu banyak orang),” tutur Roeslan.

“Nék gak ngono gak olèh dhuwik akèh (Kalau nggak begitu mana mungkin bisa dapat banyak uang),” jawab Anang.

Roeslan kemudian menyerahkan semua uang hasil lelang kepada Soekarno. Soekarno pun heran dengan hasil lelang pecinya.

“Cak, kok akeh dhuwiké (Banyak banget uangnya)?” Bung Karno kaget.

“Iku akal-akalané Anang (Itu semua akal-akalannya Anang),” jelas Roeslan. Dia pun menceritakan bagaimana cara Anang menggandakan peci.

“Kurang ajar Anang. Nék ngono sing dosa aku apa Anang (Kalau begitu yang berdosa saya)?” tanya Bung Karno.

“Anang,” sahut Roeslan.

”Dhuwik sakmono akèhé jangé digawé apa Bung (Uang begitu banyak akan digunakan untuk apa Bung)?” tanya Roeslan. Baca juga: Ucapkan Selamat Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih, Jokowi: Salam dari Saya dan Keluarga

“Gawé zakat fitrahku. Gowoen kabèh dhuwik iki nang makam Sunan Giri. Dumno nang wong-wong melarat nok kono (Untuk zakat fitrahku. Bawa semua uang ini ke makam Sunan Giri. Bagikan pada orang-orang miskin di sana),” kata Bung Karno.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Strategi Politik Dua...
Strategi Politik Dua Kaki Indonesia dan Perang Pola Pikir ala Kolonialisasi Modern
Cucu Soekarno Bicara...
Cucu Soekarno Bicara Demokrasi Seharusnya Mengoreksi, Bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Kirim Surat Emosional buat Keluarga
Lebaran Betawi 2026...
Lebaran Betawi 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Pelestarian Budaya
PLN Catat Lonjakan Penggunaan...
PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025 di Arus Mudik Lebaran
Dari WhatsApp hingga...
Dari WhatsApp hingga Netflix, Ini Biang Kerok Lonjakan Trafik 21% XLSMART Saat Lebaran
Rekomendasi
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved