Sandiaga Beberkan Daerah Potensial Pengembangan Wisata Ramah Muslim
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:14 WIB
loading...
Kemenparekraf tengah mengembangkan konsep Muslim-friendly tourism. Ada sejumlah daerah di Indonesia yang dinilai potensial pengembangan wisata ramah muslim. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mengembangkan konsep wisata ramah muslim (Muslim-friendly tourism). Ada sejumlah daerah di Indonesia yang dinilai potensial untuk pengembangan destinasi wisata ramah muslim.
Baca juga: Berbagi Kantor pada Era Digital, Sandiaga: Sudah Ada di Budaya Kita
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja dan tinjauan langsung ke lapangan, pengembangan wisata ramah muslim sangat terbuka dilakukan di Provinsi Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Tak Segan Tutup Destinasi Wisata yang Sebabkan Klaster Lebaran
"Potensi pariwisata ramah Muslim terutama di Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat ini sangat-sangat terbuka. Saya melihat dari hasil tinjauan dan kunjungan kita. Kami akan mengkaji bagaimana kita bisa menambah layanan yang diperlukan untuk pengembangan pariwisata ramah Muslim," kata Sandiaga, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).
Baca juga: Sandiaga Ungkap Keunggulan Desa Wisata Nol Kasus Corona dan Nihil Kriminalitas
Sandiaga mengatakan, wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim. Pelayanan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam, artinya setiap destinasi wisata di daerah tersebut nantinya akan ditambah, baik segi layanan atau fasilitas yang memadai khususnya bagi wisatawan muslim.
"Karena konsep kami, Muslim-friendly tourism adalah extension of service, tambahan layanan dan produk dan jasa untuk para wisatawan," lanjut Sandiaga.
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini menilai, pandemi memang berdampak sangat besar terhadap industri pariwisata. Tetapi, di sisi lain, hal itu ternyata memberikan berkah karena pihaknya dapat menata ulang sektor pariwisata yang lebih baik lagi.
"Dan setelah kita kunjungi Aceh, Sumbar, dan NTB, ini sangat-sangat terbuka wawasan kita bahwa masa pandemi ini adalah waktu yang baik untuk menata pariwisata secara keseluruhan," papar Sandiaga.
Oleh sebab itu, dalam hal pengembangan wisata ramah muslim, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait dan juga pemangku kepentingan lainnya. Dengan begitu, Sandiaga berharap bahwa pihaknya dapat memetakan daerah-daerah potensial lainnya di Indonesia dalam rangka pengembangan wisata halal.
"Kita bisa secara holistik memetakan potensi, juga bisa mengeksekusi program-program ekonomi memulihkan sektor ini dan juga harapannya membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Selain itu, diharapkan bisa menambah skill dari para pelaku pariwisata ramah muslim agar mereka bisa mengambil peluang di tengah pandemi," ujar Sandiaga.
Baca juga: Berbagi Kantor pada Era Digital, Sandiaga: Sudah Ada di Budaya Kita
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja dan tinjauan langsung ke lapangan, pengembangan wisata ramah muslim sangat terbuka dilakukan di Provinsi Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Tak Segan Tutup Destinasi Wisata yang Sebabkan Klaster Lebaran
"Potensi pariwisata ramah Muslim terutama di Sumatera Barat, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat ini sangat-sangat terbuka. Saya melihat dari hasil tinjauan dan kunjungan kita. Kami akan mengkaji bagaimana kita bisa menambah layanan yang diperlukan untuk pengembangan pariwisata ramah Muslim," kata Sandiaga, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).
Baca juga: Sandiaga Ungkap Keunggulan Desa Wisata Nol Kasus Corona dan Nihil Kriminalitas
Sandiaga mengatakan, wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim. Pelayanan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam, artinya setiap destinasi wisata di daerah tersebut nantinya akan ditambah, baik segi layanan atau fasilitas yang memadai khususnya bagi wisatawan muslim.
"Karena konsep kami, Muslim-friendly tourism adalah extension of service, tambahan layanan dan produk dan jasa untuk para wisatawan," lanjut Sandiaga.
Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini menilai, pandemi memang berdampak sangat besar terhadap industri pariwisata. Tetapi, di sisi lain, hal itu ternyata memberikan berkah karena pihaknya dapat menata ulang sektor pariwisata yang lebih baik lagi.
"Dan setelah kita kunjungi Aceh, Sumbar, dan NTB, ini sangat-sangat terbuka wawasan kita bahwa masa pandemi ini adalah waktu yang baik untuk menata pariwisata secara keseluruhan," papar Sandiaga.
Oleh sebab itu, dalam hal pengembangan wisata ramah muslim, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait dan juga pemangku kepentingan lainnya. Dengan begitu, Sandiaga berharap bahwa pihaknya dapat memetakan daerah-daerah potensial lainnya di Indonesia dalam rangka pengembangan wisata halal.
"Kita bisa secara holistik memetakan potensi, juga bisa mengeksekusi program-program ekonomi memulihkan sektor ini dan juga harapannya membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Selain itu, diharapkan bisa menambah skill dari para pelaku pariwisata ramah muslim agar mereka bisa mengambil peluang di tengah pandemi," ujar Sandiaga.
(maf)
Lihat Juga :