MUI Desak Dunia Islam Putuskan Hubungan dan Boikot Israel

Rabu, 12 Mei 2021 - 14:31 WIB
loading...
MUI Desak Dunia Islam...
Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mendesak dunia Islam agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mendesak dunia Islam agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Tak hanya itu, Abbas juga meminta dunia memboikot segala bentuk perdagangan serta transaksi dengan negara Israel.

Hal itu ditegaskan Abbas merespons serangan keji yang dilakukan oleh pasukan Israel kepada warga Palestina dalam beberapa hari belakangan ini. Dikabarkan, puluhan warga Palestina meninggal dunia akibat serangan pasukan Israel. "Kita mendesak dunia Islam untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel serta memboikot semua bentuk transaksi dan perdagangan dengan negara penjajah dan teroris tersebut," tegas Abbas melalui keterangan resminya, Rabu (12/5/2021). Baca juga: Tegas! MUI Minta Anggota OKI Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel

"Agar pemerintah Israel sadar bahwa dalam kehidupan bersama, dia harus bisa menghormati hak-hak orang lain terutama hak dari rakyat dan bangsa Palestina," imbuhnya. Baca juga: Roket Gaza Sudah Membunuh 5 Warga Israel, Zionis Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan

Menurut Abbas, tindakan tentara Israel memperlakukan anak-anak dan ibu-ibu serta orang tua dari kalangan rakyat Palestina di Kota Yerussalem sangat keji dan kasar. Tindakan itu, sambungnya, tentu tidak bisa diterima sekaligus ditolerir. "Dunia harus mengutuk dan menghentikan tindakan para tentara israel yang biadab tersebut," tekannya.

Ketua PP Muhammadiyah tersebut menilai tindakan kejam tentara Israel terhadap rakyat Palestina dapat menjadi efek domino yang berkepanjangan. Yakni, berpotensi melahirkan tindakan radikalisme serta terorisme di dunia.c"Cara-cara seperti inilah yang mengundang lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme sebagai respons dan cara yang bisa mereka lakukan untuk membalas dendam atas kesakitan, kematian dan ketidakadilan yang mereka terima," bebernya.

Atas dasar itu, Abbas meminta agar dunia menghentikan segala bentuk penjajahan oleh Israel di muka bumi, utamanya yang terjadi di Masjid Al-Aqsa. Hal itu untuk mencegah terjadinya tindakan radikalisme dan terorisme. "Di mana, Israel di samping dia sudah merampok dan merampas tanah dari rakyat Palestina, kemudian mereka juga telah mengekang kebebasan umat Islam Palestina untuk beribadah. Bahkan tidak hanya sampai di situ mereka-mereka yang sedang beribadah tersebut mereka tembaki, mereka tendang dan mereka seret bahkan ada anak-anak yang mereka bunuh tanpa ada sedikitpun rasa kasihan," sambungnya.

Tindakan itu, menurut Abbas, sangat jelas tidak bisa diterima dan dibiarkan. Dia berharap agar umat Islam di dunia bersatu dan memberikan perlawanan dengan apapun caranya. "Umat Islam dan warga dunia harus memberikan perlawanan dengan berbagai cara agar hal-hal yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan yang dilakukan oleh Israel tersebut dapat dihapus dan dihentikan," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
MUI Desak Koruptor Dihukum...
MUI Desak Koruptor Dihukum Mati: Beri Efek Jera, Menyengsarakan Rakyat
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
Rekomendasi
Narantraya Jeihan Borong...
Narantraya Jeihan Borong 3 Podium di JJ All Star 2026, Bidik Prestasi Bersama Ideale di PORPROV Jabar
Spanyol vs Argentina:...
Spanyol vs Argentina: Skor 0-0, Final Piala Dunia Berlanjut ke Extra Time
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
Berita Terkini
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved