Sindiran Abdul Mu’ti tentang Jipang-Bipang dan Permintaan Maaf
Senin, 10 Mei 2021 - 17:24 WIB
loading...
Abdul Muti menyarankan orang yang salah mengucapkan kata sebaiknya meminta maaf dari pada berapologi. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengunggah sebuah tulisan pendek tentang kebahasaan di instagram. Dalam tulisan berjudul Fonologi, Morfologi, Apologi tersebut, Mu’ti menjelaskan bahwa fonologi dan morfologi berkaitan asal-usul kata dan bagaimana mengucapkan kata tersebut.
”Termasuk huruf, unsur terkecil suatu kata,” tulis Mu’ti yang belum lama ini dikukuhkan sebagai guru besar UIN Jakarta itu.
Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Sindir Kedatangan WNA China, Netizen Terpingkal-pingkal
Perbedaan satu huruf dalam suatu kata, lanjut Mu’ti, bisa memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Dia mencontohkan kultus-kultur; fulus-tulus - mulus - bulus; hati - mati – pati dan sebagainya.
Begitu pula dengan pelafalan, terutama dalam bahasa Arab. Sebagai contoh kata qalbu (hati) dengan kalbu (anjing) atau 'Alim (Maha Mengetahui) dengan alim (pedih).
”Kesalahan menulis satu huruf (typo) atau mengucapkan huruf bisa menimbulkan arti dan kesalahan fatal. Misalnya: jipang - bipang - jepang; tebang - tegang - terang - tenang; dsb,” tulis Mu’ti.
Baca juga: Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Idulfitri dalam Kondisi Pandemi Covid-19, Ini Isinya
”Termasuk huruf, unsur terkecil suatu kata,” tulis Mu’ti yang belum lama ini dikukuhkan sebagai guru besar UIN Jakarta itu.
Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Sindir Kedatangan WNA China, Netizen Terpingkal-pingkal
Perbedaan satu huruf dalam suatu kata, lanjut Mu’ti, bisa memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Dia mencontohkan kultus-kultur; fulus-tulus - mulus - bulus; hati - mati – pati dan sebagainya.
Begitu pula dengan pelafalan, terutama dalam bahasa Arab. Sebagai contoh kata qalbu (hati) dengan kalbu (anjing) atau 'Alim (Maha Mengetahui) dengan alim (pedih).
”Kesalahan menulis satu huruf (typo) atau mengucapkan huruf bisa menimbulkan arti dan kesalahan fatal. Misalnya: jipang - bipang - jepang; tebang - tegang - terang - tenang; dsb,” tulis Mu’ti.
Baca juga: Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Idulfitri dalam Kondisi Pandemi Covid-19, Ini Isinya
Lihat Juga :