Kisah Heroik Hendropriyono Lolos dari Maut Meski Dikepung Musuh di Belantara Kalimantan
Jum'at, 07 Mei 2021 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan kalau perlu, dia akan masuk ke Malaysia kemudian kembali ke Kampung Aruk dengan membawa pasukan Malaysia. Namun permintaan itu ditolak Sintong.
“Kamu kan bisa keluar dari situ,” kata Sintong.
“Tidak bisa Pak. Pengunduran harus dengan helikopter. Saya terkepung,” jawab Hendropriyono.
“Pelurumu ada berapa?” Tanya Sintong.
“Masih penuh Pak,” jawabnya
“Makanan buat berapa hari?” sambung Sintong.
“Masih ada Pak untuk dua hari,” jawab Hendropriyono.
“Cukup itu,” kata Sintong dengan tegas.
Mendapat jawaban itu, Komandan Tim Parako Hendropriyono kemudian mengirimkan partroli ke utara, tetapi terjadi kontak senjata. Patroli ke barat juga terjadi kontak senjata. Patroli ke timur menemukan jejak-jejak kaki. Kemudian Hendropriyono memanggil perwira bawahan dan menyampaikan “Kesimpulan saya kita terkepung, kita harus bisa keluar dari sini,”
Hendropriyono kemudian memanggil para perwira yang menjadi komandan patroli untuk memperoleh perkiraan-perkiraan jumlah kekuatan musuh. Ternyata kepungan gerombolan yang paling tipis untuk ditembus adalah ke selatan menuju bivak karena hanya terlihat empat orang musuh. Hendropriyono kemudian memutuskan untuk menerobos ke selatan. Tetapi sampai ke lereng bukti, mereka tidak menemukan gerombolan. Hendropriyono tidak mau turun ke lembah karena sudah sore. Diperkirakan kalau tim yang dipimpin bermalam di lembah, pagi-pagi akan ditembaki habis dari ketinggian.
“Kamu kan bisa keluar dari situ,” kata Sintong.
“Tidak bisa Pak. Pengunduran harus dengan helikopter. Saya terkepung,” jawab Hendropriyono.
“Pelurumu ada berapa?” Tanya Sintong.
“Masih penuh Pak,” jawabnya
“Makanan buat berapa hari?” sambung Sintong.
“Masih ada Pak untuk dua hari,” jawab Hendropriyono.
“Cukup itu,” kata Sintong dengan tegas.
Mendapat jawaban itu, Komandan Tim Parako Hendropriyono kemudian mengirimkan partroli ke utara, tetapi terjadi kontak senjata. Patroli ke barat juga terjadi kontak senjata. Patroli ke timur menemukan jejak-jejak kaki. Kemudian Hendropriyono memanggil perwira bawahan dan menyampaikan “Kesimpulan saya kita terkepung, kita harus bisa keluar dari sini,”
Hendropriyono kemudian memanggil para perwira yang menjadi komandan patroli untuk memperoleh perkiraan-perkiraan jumlah kekuatan musuh. Ternyata kepungan gerombolan yang paling tipis untuk ditembus adalah ke selatan menuju bivak karena hanya terlihat empat orang musuh. Hendropriyono kemudian memutuskan untuk menerobos ke selatan. Tetapi sampai ke lereng bukti, mereka tidak menemukan gerombolan. Hendropriyono tidak mau turun ke lembah karena sudah sore. Diperkirakan kalau tim yang dipimpin bermalam di lembah, pagi-pagi akan ditembaki habis dari ketinggian.

Lihat Juga :