Kisah Heroik Hendropriyono Lolos dari Maut Meski Dikepung Musuh di Belantara Kalimantan
Jum'at, 07 Mei 2021 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Hendropriyono melaporkan posisinya, kemudian mendapat perintah dari Sintong agar pasukan terus mendaki menuju puncak bukit. Pada waktu pasukan sedang mendaki terjadi pertempuran. Hasilnya cukup menggembirakan. Dua orang gerombolan tewas, tiga orang menyerah dan lainnya melarikan diri.
Di Kemudian hari Hendropriyono menayakan kepada Sintong mengapa sebagai komandan tidak mau mengirim helikopter. Sebagai anak buah, Hendropriyono tidak mungkin marah kepada Sintong sebagai atasannya. Tetapi ia merasa sakit hati. Sebaliknya, Sintong yakin Hendropriyono dapat mengatasi keadaan dan keluar dari kepungan.
Kesimpulan itu setelah Sintong mengolah situasi berdasarkan pada laporan Hendropriyono dan membaca peta. Sintong menyadari situasi sangat kritis, tetapi kalau Sintong minta helikopter, berapa lama waktunya? Tidak dapat dihitung. “Keberadaan helikopter itu di Pontianak, kapan akan sampai? Pada waktu helikopter datang, mungkin kalian sudah mati,” kata Sintong.
Mendengar jawaban itu Hendropriyono senang. “Ini orang saya benci bener dulu itu. Tetapi sekarang saya salut!” Kata Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono 35 tahun kemudian.
Di Kemudian hari Hendropriyono menayakan kepada Sintong mengapa sebagai komandan tidak mau mengirim helikopter. Sebagai anak buah, Hendropriyono tidak mungkin marah kepada Sintong sebagai atasannya. Tetapi ia merasa sakit hati. Sebaliknya, Sintong yakin Hendropriyono dapat mengatasi keadaan dan keluar dari kepungan.
Kesimpulan itu setelah Sintong mengolah situasi berdasarkan pada laporan Hendropriyono dan membaca peta. Sintong menyadari situasi sangat kritis, tetapi kalau Sintong minta helikopter, berapa lama waktunya? Tidak dapat dihitung. “Keberadaan helikopter itu di Pontianak, kapan akan sampai? Pada waktu helikopter datang, mungkin kalian sudah mati,” kata Sintong.
Mendengar jawaban itu Hendropriyono senang. “Ini orang saya benci bener dulu itu. Tetapi sekarang saya salut!” Kata Jenderal TNI (Purn) Hendropriyono 35 tahun kemudian.
(cip)
Lihat Juga :