Program Desa Damai Diharapkan Ciptakan Masyarakat Rukun di Tengah Perbedaan
Selasa, 04 Mei 2021 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Intoleransi dan radikalisme dalam bentuk ujaran kebencian yang dilakukan secara masif bila tidak segera dihentikan pasti akan mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional. "Saya mengapresiasi Deklarasi Desa Damai Telukan ini. Saya berharap Desa Damai ini bisa mencegah berbagai hal yang mengarah pada tindakan intoleransi dan radikalisme serta menjaga masyarakat dari bahaya yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi yang positif. Dia mengatakan satu wilayah bisa dikatakan sejahtera karena wilayah tersebut dinyatakan aman.
"Saya berharap di Desa Telukan sikap toleransi dan saling menghormati bisa dijaga dengan baik. Antar umat beragama juga bisa beribadah dengan baik," imbuhnya. Baca juga: Wahid Foundation Kembali Dukung Deklarasi Kelurahan Damai
Sebaliknya kata dia, tidak boleh ada paksaan terhadap warga untuk mengikuti ritual agama tertentu. Sebab tugas pemerintah melindungi seluruh warga yang tentunya mengedepankan kebersamaan dan asas saling menghormati. Kepala Desa Telukan, Sriyanto mengemukakan desa yang dia pimpin merupakan desa yang terpengaruh urbanisasi.
Seiring banyaknya berdiri perusahaan, otomatis menyerap banyak tenaga kerja dari banyak daerah dan tidak sedikit dari mereka yang memilih menetap di Telukan. Dan tidak bisa dipungkiri, urbanisasi telah membawa dampak positif dan negatif yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Telukan.
"Kita tidak tahu karakter tenaga kerja yang hadir dan merantau di sini. Kesenjangan ekonomi warga merupakan pemicu terjadinya gangguan ketenangan dan kerukunan," kata Sriyanto.
Sriyanto mengatakan Deklarasi Desa Damai Telukan itu menjadi sebuah jawaban untuk mengatasi problem yang terjadi di desanya. Dirinya berharap Deklarasi itu bisa menjadikan masyarakat Desa Telukan tahan dari pengaruh paham-paham ekstrem yang bisa saja dating dari luar dan juga dari pengaruh media sosial yang sedang menjamur saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi yang positif. Dia mengatakan satu wilayah bisa dikatakan sejahtera karena wilayah tersebut dinyatakan aman.
"Saya berharap di Desa Telukan sikap toleransi dan saling menghormati bisa dijaga dengan baik. Antar umat beragama juga bisa beribadah dengan baik," imbuhnya. Baca juga: Wahid Foundation Kembali Dukung Deklarasi Kelurahan Damai
Sebaliknya kata dia, tidak boleh ada paksaan terhadap warga untuk mengikuti ritual agama tertentu. Sebab tugas pemerintah melindungi seluruh warga yang tentunya mengedepankan kebersamaan dan asas saling menghormati. Kepala Desa Telukan, Sriyanto mengemukakan desa yang dia pimpin merupakan desa yang terpengaruh urbanisasi.
Seiring banyaknya berdiri perusahaan, otomatis menyerap banyak tenaga kerja dari banyak daerah dan tidak sedikit dari mereka yang memilih menetap di Telukan. Dan tidak bisa dipungkiri, urbanisasi telah membawa dampak positif dan negatif yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Telukan.
"Kita tidak tahu karakter tenaga kerja yang hadir dan merantau di sini. Kesenjangan ekonomi warga merupakan pemicu terjadinya gangguan ketenangan dan kerukunan," kata Sriyanto.
Sriyanto mengatakan Deklarasi Desa Damai Telukan itu menjadi sebuah jawaban untuk mengatasi problem yang terjadi di desanya. Dirinya berharap Deklarasi itu bisa menjadikan masyarakat Desa Telukan tahan dari pengaruh paham-paham ekstrem yang bisa saja dating dari luar dan juga dari pengaruh media sosial yang sedang menjamur saat ini.
Lihat Juga :