Satu Suara Usung Airlangga Hartarto, Golkar Pastikan Tak Bikin Konvensi
Selasa, 04 Mei 2021 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Burhanuddin menjelaskan prestasi tersebut seharusnya menjadi insentif elektoral untuk Airlangga yang bertindak sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. “Airlangga sebagai ketua komite penanganan covid plus menteri koordinator seharusnya yang paling berhak mendapatkan insentif elektoral,” kata Burhanuddin.
Namun, dia mengingatkan sosialisasi mengenai profil Airlangga sebagai Capres dan keterkaitannya dengan keberhasilan penanganan COVID-19 harus semakin ditingkatkan. Ini demi memaksimalkan insentif elektoral tersebut.
“Dalam politik elektoral, kalau masyarakat tidak tahu bahwa Airlangga itu ketua komite, insentif elektoralnya tidak bisa didapatkan. Bisa-bisa masyarakat memberikan insentif elektoralnya kepada yang lain, yang mungkin lebih kelihatan,” imbuhnya.
Pada catatan lain, Indikator menemukan jika elektabiltas Airlangga Hartarto sudah mencapai 1%. Kendati masih rendah, dia menilai sudah terlihat tren peningkatan ketimbang kandidat lain. Baca juga: Prabowo-Airlangga Lebih Oke ketimbang Anies-Erick
“Jika dilihat lima besarnya, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, juga Prabowo, trennya tidak bergerak. Stagnan. Ini peluang untuk nama lain. Semua masih punya kesempatan,” tutup Burhanuddin.
Namun, dia mengingatkan sosialisasi mengenai profil Airlangga sebagai Capres dan keterkaitannya dengan keberhasilan penanganan COVID-19 harus semakin ditingkatkan. Ini demi memaksimalkan insentif elektoral tersebut.
“Dalam politik elektoral, kalau masyarakat tidak tahu bahwa Airlangga itu ketua komite, insentif elektoralnya tidak bisa didapatkan. Bisa-bisa masyarakat memberikan insentif elektoralnya kepada yang lain, yang mungkin lebih kelihatan,” imbuhnya.
Pada catatan lain, Indikator menemukan jika elektabiltas Airlangga Hartarto sudah mencapai 1%. Kendati masih rendah, dia menilai sudah terlihat tren peningkatan ketimbang kandidat lain. Baca juga: Prabowo-Airlangga Lebih Oke ketimbang Anies-Erick
“Jika dilihat lima besarnya, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, juga Prabowo, trennya tidak bergerak. Stagnan. Ini peluang untuk nama lain. Semua masih punya kesempatan,” tutup Burhanuddin.
(kri)
Lihat Juga :