Cerita di Balik KRI Nanggala 402, Mantan Komandan Kini Terbaring Lemah
Sabtu, 01 Mei 2021 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Anton mengungkapkan kondisi adiknya masih susah berbicara dan hanya terbaring lemah di kamar tidur. "Parahnya setelah sakit dan pulang, kini dirawat di Tasikmalaya setelah bertugas menjabat sebagai Dansatsel Koarmabar II TNI AL sampai akhir tahun 2019 lalu, dan sekarang untuk bangun saja susah enggak bisa," kata Anton.
Dia mengatakan sang adik merupakan orang pilihan dan bertugas sebagai pasukan khusus kapal selam. Namun kondisi hidupnya saat ini kurang beruntung.
"Mereka orang pilihan tapi tidak terpilih karena saat sekolah mereka kan tidak akan lolos karena mereka tidak sehat dan paru-parunya sakit. Sampai saat ini adik saya masih 6 tahun lagi masa tugasnya, tapi sakit akibat banyak menghirup zat besi selama bertugas di kapal selam. Sedangkan mereka yang bertugas di luar kapal selam meraih sukses kariernya. Bukan apa-apa, ini saya sakit hati sebagai kakak kandung dan merasakan," tutur Anton kepada wartawan lewat sambungan telepon WhatsApp, Jumat 30 April 2021.
Para personel pasukan khusus kapal selam termasuk adiknya tersebut, lanjut Anton, rata-rata memiliki penyakit paru-paru akibat menghirup kandungan zat besi di dalam kapal selam.
"Selain adik saya, ternyata sebagian besar rekan-rekannya juga sama menderita kandungan zat besi saat bernapas di kapal selam selama bertugas. Saya berharap pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan pasukan khusus kapal selam yang selama ini mengabdi tapi kondisinya memprihatinkan," ungkap Anton.
Dia mengatakan sang adik merupakan orang pilihan dan bertugas sebagai pasukan khusus kapal selam. Namun kondisi hidupnya saat ini kurang beruntung.
"Mereka orang pilihan tapi tidak terpilih karena saat sekolah mereka kan tidak akan lolos karena mereka tidak sehat dan paru-parunya sakit. Sampai saat ini adik saya masih 6 tahun lagi masa tugasnya, tapi sakit akibat banyak menghirup zat besi selama bertugas di kapal selam. Sedangkan mereka yang bertugas di luar kapal selam meraih sukses kariernya. Bukan apa-apa, ini saya sakit hati sebagai kakak kandung dan merasakan," tutur Anton kepada wartawan lewat sambungan telepon WhatsApp, Jumat 30 April 2021.
Para personel pasukan khusus kapal selam termasuk adiknya tersebut, lanjut Anton, rata-rata memiliki penyakit paru-paru akibat menghirup kandungan zat besi di dalam kapal selam.
"Selain adik saya, ternyata sebagian besar rekan-rekannya juga sama menderita kandungan zat besi saat bernapas di kapal selam selama bertugas. Saya berharap pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan pasukan khusus kapal selam yang selama ini mengabdi tapi kondisinya memprihatinkan," ungkap Anton.
(dam)
Lihat Juga :