Pasca-KRI Nanggala Tenggelam, PKS Desak Pemerintah Modernisasi Alutsista

Rabu, 28 April 2021 - 14:10 WIB
loading...
Pasca-KRI Nanggala Tenggelam,...
Fraksi PKS DPR menilai, pemerintah perlu mendorong untuk modernisasi Alutsista pasca Insiden karamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR menilai pemerintah perlu mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Insiden karamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 sepatutnya mendorong Pemerintah melakukan modernisasi Alutsista.

Baca juga: Kapal Perang Turki Kibarkan Bendara Sinyal Pray for KRI Nanggala

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan peran dan fungsi Kemenristek dan BUMN Pertahanan untuk mendukung program modernisasi alutsista tersebut.

Meskipun hasil investigasi komprehensif karamnya KRI Nanggala 402 belum keluar, namun fakta obyektif menunjukkan kemampuan Alutsista Indonesia jauh tertinggal, baik secara jumlah maupun kualitas.

Baca juga: Pemerintah Panama City, Nikaragua dan Honduras Turut Berduka KRI Nanggala Tenggelam

Mulyanto mengatakan, banyak Alutsista yang ada sekarang berumur melebihi dari jangka waktu efektif penggunaan yang ditentukan. Untuk itu Mulyanto mendorong Menristek, sebagai anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), menginisiasi perumusan ulang kebijakan pengembangan industri pertahanan nasional.

Hal tersebut dinilainya perlu dilakukan dalam rangka memperbaharui alutsista nasional agar memenuhi batas minimum kemampuan (minimum essential force atau MEF).

"Hasil produksi industri pertahanan kita, baik Pindad maupun PAL tidak kalah dengan produk impor. Bahkan kerap kali produk Pindad menjadi juara dalam berbagai perlombaan penggunaan senjata," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Posting Video Kru Nanggala 402 Nyanyi Lagu Sampai Jumpa, Militer Kanada: We Hear You...

Artinya kata dia, kualitas produk industri Hankam Indonesia ini sudah sangat baik. "Yang dibutuhkan adalah political will dan dukungan kebijakan pemerintah, agar jam terbang produksi industri Hankam tersebut semakin tinggi, sehingga semakin menghasilkan produk inovasi hankam yang berdaya saing tinggi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menambahkan hasil riset dan pengembangan Hankam, baik yang dilakukan oleh lembaga riset maupun oleh industri Hankam perlu didorong untuk disempurnakan dan diproduksi secara domestik. "Pelaksanaannya tentu saja pada saat keuangan negara sudah membaik. Masak semangatnya kalah dengan jama’ah Masjid Jogokaryan, Yogyakarta," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto berharap ke depan melalui review kebijakan industri pertahanan nasional secara seksama, dapat didorong kebijakan anggaran yang kondusif untuk produksi Alutsista nasional secara domestik tersebut.

Untuk diketahui Nanggala 402 adalah kapal selam bermotor diesel-listrik tipe U-209 buatan Jerman, yang berusia mencapai 44 tahun. Padahal normalnya operasi kapal selam hanya sampai usia 25-30 tahun. Karenanya memerlukan perawatan yang intensif.

Alutsista lain diperkirakan memiliki usia dan model perawatan yang serupa. Karena itu pertimbangan untuk mereview kebijakan alutsisata dan industri pertahanan nasional menjadi penting untuk dilakukan dalam rangka membangun sistem pertahanan dan keamanan nasional yang tangguh.

Diberitakan sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang pada Rabu (22/4/2021). Di dalam pencarian, ditemukan barang-barang yang diyakini milik Nanggala 402 di sekitar dua mil dari posisi KRI Nanggala 402 menyelam.

Konfirmasi tersebut berhasil dilakukan melalui pemindaian menggunakan multibeam sonar dan magnetometer serta remote operation vehicle (ROV) milik kapal Singapura MV Swift Rescue, yang diturunkan ke lokasi di kedalaman 830 meter di utara perairan Bali.

Melalui visualisasi dengan menggunakan kamera tersebut diperoleh citra bawah air yang lebih detail. Terlihat KRI Nanggala 402 terbelah menjadi 3 bagian.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Korea Utara Menguji...
Korea Utara Menguji Kapal Perusak Choe Hyon Baru
Rekomendasi
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Berita Terkini
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved