Sejumlah Langkah Pemerintah dalam Membantu Keluarga Awak KRI Nanggala
Selasa, 27 April 2021 - 10:12 WIB
loading...
Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy terus mengkoordinasikan berbagai bantuan untuk keluarga awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy terus mengkoordinasikan berbagai bantuan untuk keluarga awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.
Baca juga: Pesan Terakhir Awak KRI Nanggala ke Istri: Saat Kapal Sudah Menyelam, Berdoalah Sama Allah SWT
Menurut Muhadjir, pemerintah juga akan terus berkoordinasi memberikan bantuan lain yang dibutuhkan termasuk bantuan kesejahteraan dan psikologi keluarga korban.
Muhadjir menuturkan, penyaluran bantuan melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos), Asabri, dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) khususnya yang behubungan dengan beasiswa.
Baca juga: Duka Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Kawasan Industri SIER Kibarkan Bendera Setengah Tiang
"Langkah yang kita ambil adalah memberikan konseling, penguatan secara psikis kepada para keluarga anak buah kapal dan tentu saja bantuan-bantuan yang diperlukan terutama bantuan kehidupan sehari-hari yang dibutuhkan oleh keluarga korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Komplek Perumahan TNI AL
Ia menyebut, pemerintah melalui Kemensos telah lebih intensif bekerja sama dengan Pusat Psikologi TNI Angkatan Laut dalam melakukan konseling. Sedangkan, untuk kelangsungan pendidikan anak-anak keluarga korban awak kapal KRI Nanggala-402 akan dijamin hingga jenjang strata 1 (S1) dan diupayakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Adapun yang ingin melanjutkan karir dari orang tuanya di TNI, kemarin Pak Wakasal juga sudah beri jaminan mereka akan diupayakan selama mereka memenuhi persyaratan-persyaratan," tutur Menko PMK.
Sebagaimana diketahui, KRI Nanggala 402 dipastikan tenggelam dan seluruh awak kapal yang berjumlah 53 orang dinyatakan gugur.
Baca juga: Pesan Terakhir Awak KRI Nanggala ke Istri: Saat Kapal Sudah Menyelam, Berdoalah Sama Allah SWT
Menurut Muhadjir, pemerintah juga akan terus berkoordinasi memberikan bantuan lain yang dibutuhkan termasuk bantuan kesejahteraan dan psikologi keluarga korban.
Muhadjir menuturkan, penyaluran bantuan melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos), Asabri, dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) khususnya yang behubungan dengan beasiswa.
Baca juga: Duka Tenggelamnya KRI Nanggala 402, Kawasan Industri SIER Kibarkan Bendera Setengah Tiang
"Langkah yang kita ambil adalah memberikan konseling, penguatan secara psikis kepada para keluarga anak buah kapal dan tentu saja bantuan-bantuan yang diperlukan terutama bantuan kehidupan sehari-hari yang dibutuhkan oleh keluarga korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: KRI Nanggala 402 Tenggelam, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Komplek Perumahan TNI AL
Ia menyebut, pemerintah melalui Kemensos telah lebih intensif bekerja sama dengan Pusat Psikologi TNI Angkatan Laut dalam melakukan konseling. Sedangkan, untuk kelangsungan pendidikan anak-anak keluarga korban awak kapal KRI Nanggala-402 akan dijamin hingga jenjang strata 1 (S1) dan diupayakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Adapun yang ingin melanjutkan karir dari orang tuanya di TNI, kemarin Pak Wakasal juga sudah beri jaminan mereka akan diupayakan selama mereka memenuhi persyaratan-persyaratan," tutur Menko PMK.
Sebagaimana diketahui, KRI Nanggala 402 dipastikan tenggelam dan seluruh awak kapal yang berjumlah 53 orang dinyatakan gugur.
(maf)
Lihat Juga :