Ini Alutsista Canggih Milik Sejumlah Negara yang Membantu Pencarian KRI Nanggala 402

Minggu, 25 April 2021 - 15:06 WIB
loading...
Ini Alutsista Canggih...
Sejumlah negara mengirimkan alutsistanya untuk membantu mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Bali. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejak kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak pada Rabu 21 April 2021, pihak TNI Angkatan Laut (AL) langsung meminta bantuan kepada sejumlah negara dengan mengirimkan distres international submarine escape and rescue leaison office (ISMERLO).

Beberapa negara tetangga pun langsung merespons dan menerjunkan bantuannya dengan mengirimkan sejumlah kapal untuk membantu pencarian Nanggala-402. Di antaranya:

1. Malaysia

Pemerintah Malaysia melalui Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) mengirim MV Mega Bakti pada Kamis, 22 April 2021 ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402. Kapal ini pernah terlibat dalam operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan hilang di Lautan Hindia pada 2014. Kapal ini memiliki berat sekitar 1.962 ton dengan panjang 79,65 meter dan lebar 17 meter. MV Mega Bakti juga memiliki kecepatan 15,7 knot. Selain itu juga dirancang sebagai kapal pendukung permukaan untuk penyelamatan kapal selam. Baca juga: Jokowi Pastikan Upaya Pencarian KRI Nanggala 402 Berlanjut

Ini Alutsista Canggih Milik Sejumlah Negara yang Membantu Pencarian KRI Nanggala 402


2. Singapura

Pemerintah Singapura mengirimkan MV Swift Rescue untuk membantu Indonesia dalam mencari kapal selam KRI Nanggala-402. Kapal ini memiliki panjang hingga 85 meter, beam 18 meter, berat 4.300 ton, dan mampu membawa 27 awak kapal. Selain itu juga MV Swift Rescue mampu berada di laut selama 4 minggu.

Ini Alutsista Canggih Milik Sejumlah Negara yang Membantu Pencarian KRI Nanggala 402


MV Swift Rescue dilengkapi dengan kapal selam Deep Search and Rescue Six (DASR 6) yang memiliki daya tampung maksimal 17 orang. DSAR 6 mampu terjun ratusan meter ke kedalaman air, menempelkan tubuhnya ke kapal selam yang lumpuh, menyelamatkan penumpang dan membawa mereka kembali ke kapal. MV Swift Rescue juga dilengkapi ruang perawatan hiperbarik, serta menyediakan opsi perawatan darurat dan evakuasi. Baca juga: Ajak Doakan Awak KRI Nanggala 402, Jokowi: Mereka Patriot Terbaik Penjaga Kedaulatan Negara

3. Australia

Pemerintah Australia mengirimkan dua kapal perang untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yakni kapal HMAS Ballarat dan HMAS Sirius. HMAS Ballarat merupakan kapal jenis fregat kelas Anzac dilengkapi dengan kemampuan sonar dan helikopter MH-60R di atas kapal. Sedangkan kapal pendukung Sirius dapat mengisi ulang kapal dengan bahan bakar, air, dan persediaan pada siang dan malam hari.

Ini Alutsista Canggih Milik Sejumlah Negara yang Membantu Pencarian KRI Nanggala 402


4. India

Menteri Pertahanan India telah memindahkan Deep Submergence Rescue Vessel (DSRV)-nya ke Indonesia untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402. India disebut sebagai satu dari sedikit negara di dunia yang mampu melakukan upaya SAR untuk menyelamatkan kapal selam menggunakan DSRV. Sistem DSRV India dapat mendeteksi kapal selam hingga 1.000 meter di kedalaman laut dengan kemampuan Side Scan Sonar (SSS) dan Remotely Operated Vehicle (ROV)

5. Amerika Serikat

Ini Alutsista Canggih Milik Sejumlah Negara yang Membantu Pencarian KRI Nanggala 402


Militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat P-8 Poseidon untuk membantu pencarian dan penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402. Pesawat ini dirancang khusus untuk memburu kapal selam. Pesawat ini memiliki daya jelajah 1.200 mil laut dengan daya tampung 9 awak. Pesawat ini memiliki peluncur Sonobuoy yang mampu menyebarkan lebih dari 100 Sonobuoy dalam satu penerbangan untuk mendeteksi kapal selam. Selain itu dilengkapi dengan Magnetic Anomaly Detector (MAD) yang mana menggunakan magnetometer untuk memantau medan magnet di bumi di bawah laut. MAD mampu membedakan benda logam besar biasa dan kapal selam. Termasuk mampu mengungkap lokasi kapal selam.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Lineker Semprot FIFA:...
Lineker Semprot FIFA: Hukuman Madibo Tak Masuk Akal
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Memblokir X, Terbaru Brasil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved