Warga India Serbu Indonesia, Pemerintah Diminta Tambah Pengetatan WNA
Sabtu, 24 April 2021 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Mufida juga menelisik masuknya WN India ke Indonesia saat tengah terjadi tsunami penularan COVID-19 di India. Apalagi Kemenkes melansir mayoritas WN India yang masuk adalah wanita dan anak-anak.
"Pengetatan WNA harus dilakukan lebih dari biasanya. Bagaimana mereka yang bukan pekerja bisa mendapat izin masuk dan Kitas? Sementara di dalam negeri, selain larangan mudik ada pengetatan H-14 dan H+7 setelah larangan mudik dengan wajib tes antigen H-1 perjalanan, tolong Kemenkes bersama stakeholder lain lebih serius lagi," tandas Mufida.
Dirinya pun meminta Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) sebagai koordinator penanggulangan COVID-19 nasional kembali duduk bersama guna mengevaluasi laju pengendalian COVID-19. Baca juga: Dirjen Imigrasi Tegaskan Permohonan Visa bagi WN India Telah Disetop Sejak Kemarin
"Semua kebocoran harus ditambal segera. Setelah menambah pengetatan usai larangan mudik di dalam negeri, segera tambal untuk kedatangan WNA. Apalagi menjelang momentum Idul Fitri. Tidak ada yang lengah dan dikendorkan," pungkasnya.
"Pengetatan WNA harus dilakukan lebih dari biasanya. Bagaimana mereka yang bukan pekerja bisa mendapat izin masuk dan Kitas? Sementara di dalam negeri, selain larangan mudik ada pengetatan H-14 dan H+7 setelah larangan mudik dengan wajib tes antigen H-1 perjalanan, tolong Kemenkes bersama stakeholder lain lebih serius lagi," tandas Mufida.
Dirinya pun meminta Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) sebagai koordinator penanggulangan COVID-19 nasional kembali duduk bersama guna mengevaluasi laju pengendalian COVID-19. Baca juga: Dirjen Imigrasi Tegaskan Permohonan Visa bagi WN India Telah Disetop Sejak Kemarin
"Semua kebocoran harus ditambal segera. Setelah menambah pengetatan usai larangan mudik di dalam negeri, segera tambal untuk kedatangan WNA. Apalagi menjelang momentum Idul Fitri. Tidak ada yang lengah dan dikendorkan," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :