PDIP dan PBNU Dinilai Siap Back Up Nadiem Asal Syarat Ini Dipenuhi
Jum'at, 23 April 2021 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Apa yang diinginkan PDIP? Karyono menduga PDIP meminta Nadiem tegas dan berani pasang badan untuk memasukkan kembali Pancasila ke dalam sistem pendidikan nasional. Jika "kontrak politik" itu disepakati, maka Nadiem kemungkinan besar akan didukung PDIP. Tetapi sebaliknya, jika Nadiem tidak konsisten, tidak berani pasang badan memasukkan Pancasila ke dalam Standar Nasional Pendidikan maka PDIP pasti enggan mendukung Nadiem.
”PDIP tentu tidak mau "cek kosong" dalam mendukung mantan bos Gojek itu. Jadi, Pancasila lah yang menjadi taruhan apakah PDIP mendukung Nadiem atau tidak,” tutur dia.
Baca juga: Nadiem Dipertahankan, PDIP Diprediksi Dapat Tambahan Kursi Menteri
Syarat serupa diyakini juga diminta PBNU ketika ditemui Nadiem yang berkepentingan mengklarifikasi soal hilangnya nama KH Hasyim Ashari dari kamus sejarah. Karena itu, Karyono tidak menampik pertemuan dengan Nadiem dengan PDIP dan PBNU bisa menjadi isyarat dukungan untuknya.
”Dengan syarat: Nadiem harus memperbaiki kesalahan dan meminta maaf; Nadiem harus berani pasang badan dan tegak lurus menegakkan Pancasila, menegakkan islam "rahmatan lilalamin" dan berani membersihkan anasir-anasir pengusung ideologi khilafah, kaum intoleran yang masih bercokol di instansi pendidikan,” ujar Karyono.
”PDIP tentu tidak mau "cek kosong" dalam mendukung mantan bos Gojek itu. Jadi, Pancasila lah yang menjadi taruhan apakah PDIP mendukung Nadiem atau tidak,” tutur dia.
Baca juga: Nadiem Dipertahankan, PDIP Diprediksi Dapat Tambahan Kursi Menteri
Syarat serupa diyakini juga diminta PBNU ketika ditemui Nadiem yang berkepentingan mengklarifikasi soal hilangnya nama KH Hasyim Ashari dari kamus sejarah. Karena itu, Karyono tidak menampik pertemuan dengan Nadiem dengan PDIP dan PBNU bisa menjadi isyarat dukungan untuknya.
”Dengan syarat: Nadiem harus memperbaiki kesalahan dan meminta maaf; Nadiem harus berani pasang badan dan tegak lurus menegakkan Pancasila, menegakkan islam "rahmatan lilalamin" dan berani membersihkan anasir-anasir pengusung ideologi khilafah, kaum intoleran yang masih bercokol di instansi pendidikan,” ujar Karyono.
(muh)
Lihat Juga :