Sesolid Apapun PKS-Demokrat, Tetap Sulit Lawan Koalisi Jokowi
Jum'at, 23 April 2021 - 14:02 WIB
loading...
Pertemuan PKS dengan Partai Demokrat dinilai sebagai hal biasa mengingat sejarah hubungan kedua partai selama ini. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai sulit bagi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) dan Partai Demokrat jika kedua partai itu solid untuk melawan koalisi pendukung pemerintah. Pasalnya, jumlah partai politik pendukung Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih banyak.
"Walaupun solid. Tetap sulit melawan koalisi partai-partai pendukung pemerintah yang sudah mayoritas," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: PKS-Demokrat Bertemu, Andi Arief Ungkap 3 Persoalan Penting Ini
Diketahui, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah melakukan pertemuan. Pertemuan itu digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (22/4/2021).
"Hal positif-positif saja jika kedua partai tersebut bertemu. Itu bagian dari silaturahmi dan bagian dari penjajakan politik," ujar Ujang Komarudin.
Baca juga: PKS Duga Kamus Sejarah Indonesia Jilid 1 dan 2 Sudah Beredar di Olshop
Ujang menilai bukan hal yang aneh jika PKS dan Partai Demokrat melakukan pertemuan. Karena, kata dia, ketika Partai Demokrat berkuasa, PKS merupakan partai pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dua periode.
"Mereka sudah dekat dan kawan lama. Mungkin jika bertemu kangen-kangenan. Dan untuk persiapan ke depan," pungkasnya.
"Walaupun solid. Tetap sulit melawan koalisi partai-partai pendukung pemerintah yang sudah mayoritas," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: PKS-Demokrat Bertemu, Andi Arief Ungkap 3 Persoalan Penting Ini
Diketahui, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah melakukan pertemuan. Pertemuan itu digelar di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (22/4/2021).
"Hal positif-positif saja jika kedua partai tersebut bertemu. Itu bagian dari silaturahmi dan bagian dari penjajakan politik," ujar Ujang Komarudin.
Baca juga: PKS Duga Kamus Sejarah Indonesia Jilid 1 dan 2 Sudah Beredar di Olshop
Ujang menilai bukan hal yang aneh jika PKS dan Partai Demokrat melakukan pertemuan. Karena, kata dia, ketika Partai Demokrat berkuasa, PKS merupakan partai pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dua periode.
"Mereka sudah dekat dan kawan lama. Mungkin jika bertemu kangen-kangenan. Dan untuk persiapan ke depan," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :