Bertemu Presiden PKS, AHY Singgung Demokrasi di Indonesia
Kamis, 22 April 2021 - 20:08 WIB
loading...
Masa depan demokrasi Indonesia menjadi salah satu topik bahasan pertemuan tertutup AHY dengan Ahmad Syaikhu. Foto: MNC/Felldy Utama
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menyoroti tentang situasi demokrasi yang belakangan terjadi di Indonesia. Hal itu dia singgung saat menerima kunjungan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (22/4/2021).
AHY mengungkap perbincangan tentang masa depan demokrasi Indonesia ke depan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tertutup tadi. Dia mengatakan, sejumlah lembaga Internasional telah memotret demokrasi Indonesia kini penuh dengan tantangan tersendiri.
"Ada yang mengatakan kita saat ini berada di titik yang tidak baik. Bahkan, 14 tahun terakhir ini demokrasi di Indonesia dianggap angka yang paling bawah, dan ini semua menjadi tantangan buat kita," kata AHY dalam jumpa persnya.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Putera sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berharap, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak menutup ruang demokrasi di Indonesia yang sudah sehat sebelumnya. Sebab, katanya, demokrasi telah menjadi pilar utama bangsa Indonesia.
AHY mengungkap perbincangan tentang masa depan demokrasi Indonesia ke depan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tertutup tadi. Dia mengatakan, sejumlah lembaga Internasional telah memotret demokrasi Indonesia kini penuh dengan tantangan tersendiri.
"Ada yang mengatakan kita saat ini berada di titik yang tidak baik. Bahkan, 14 tahun terakhir ini demokrasi di Indonesia dianggap angka yang paling bawah, dan ini semua menjadi tantangan buat kita," kata AHY dalam jumpa persnya.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Putera sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berharap, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak menutup ruang demokrasi di Indonesia yang sudah sehat sebelumnya. Sebab, katanya, demokrasi telah menjadi pilar utama bangsa Indonesia.
Lihat Juga :