Gubernur Ganjar Pranowo Menyalakan Kembali Api Abadi Mrapen
Selasa, 20 April 2021 - 12:57 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo menyalakan kembali Api Abadi Mrapen yang padam sejak September 2020. Kini, api peninggalan Sunan Kalijaga itu telah menyala kembali, Selasa (20/4/2021).
A
A
A
GROBOGAN - Langkah cepat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyalakan kembali Api Abadi Mrapen yang padam sejak September 2020 berbuah manis. Kini, api yang dipercaya sebagai peninggalan Sunan Kalijaga itu telah menyala kembali pada Selasa (20/4/2021).
Prosesi penyalaan api dilakukan Ganjar dengan sebuah obor. Sebelumnya dirinya sempat berlari kecil menuju lokasi api abadi kemudian menyulutkan api ke bibir tungkunya. Dalam sekejap, api langsung keluar dari tungku Api Abadi Mrapen. "Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," ucapnya, penuh syukur.
Ganjar mengungkapkan awalnya dirinya terkejut saat mendengar Api Abadi Mrapen yang terletak di Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan itu padam pada 25 September 2020. Ia pun langsung memerintahkan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ahli-ahli geologis segera melakukan penelitian.
"Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai api abadi ini bocor halus di beberapa titik. Untuk itu saya titip pada masyarakat, ayo kita rawat, karena ini jadi aset Grobogan," katanya.
Dia meminta masyarakat sekitar tidak melakukan pengeboran tanah. Apabila membutuhkan air atau lainnya, masyarakat diminta berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan dan tidak sembarangan melakukan pengeboran.
Prosesi penyalaan api dilakukan Ganjar dengan sebuah obor. Sebelumnya dirinya sempat berlari kecil menuju lokasi api abadi kemudian menyulutkan api ke bibir tungkunya. Dalam sekejap, api langsung keluar dari tungku Api Abadi Mrapen. "Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," ucapnya, penuh syukur.
Ganjar mengungkapkan awalnya dirinya terkejut saat mendengar Api Abadi Mrapen yang terletak di Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan itu padam pada 25 September 2020. Ia pun langsung memerintahkan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan ahli-ahli geologis segera melakukan penelitian.
"Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai api abadi ini bocor halus di beberapa titik. Untuk itu saya titip pada masyarakat, ayo kita rawat, karena ini jadi aset Grobogan," katanya.
Dia meminta masyarakat sekitar tidak melakukan pengeboran tanah. Apabila membutuhkan air atau lainnya, masyarakat diminta berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan dan tidak sembarangan melakukan pengeboran.
Lihat Juga :