Teliti Pemilih Pilpres, Jubir Presiden Fadjroel Rachman Raih Gelar Doktor
Rabu, 21 April 2021 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Kelas sosial, distingsi kelassosial dan habitus kelassosial pemilih dalam formasi sosial masyarakat kontemporer Indonesia (historical situatedness) tersebut dianalisis dengan memakai model kelas sosial baru berdasarkan pendekatan strukturalisme genetik Pierre Bourdieu. Baca juga: Fadjroel Rachman: Semua Warga Indonesia Bisa Jadi Menteri Pak Jokowi
Metode yang digunakan adalah convergent parallel mixed method, pendekatan kuantitatif dengan analisis kluster digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kelas-kelas sosial di Indonesia, sementara pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para informan kunci digunakan untuk mendapatkan pemahaman tentang habitus kelas dan modus produksi opini politik masing-masing kelas sosial dengan menggunakan the modes of production of opinion Bourdieu.
Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang komunikasi ini melalui analisis kuantitatif dan kualitatif dengan interpretative phenomenological analysis berhasil mengidentifikasi empat kelas sosial di Indonesia lengkap dengan habitus kelas masing-masing, yakni kelas elite, kelas menengah
profesional, kelas menengah tradisional, dan kelas marhaen.
"Tiap-tiap kelas sosial memiliki jumlah dan portofolio kapital ekonomi, kapital budaya, dan kapital sosial yang berbeda, serta habitus kelas dan kapital simbolik yang berbeda pula dan memiliki modus produksi opini politik yang juga menunjukkan perbedaan (distinction) signifikan pada masing-masing kelas sosial. Perbedaan modus produksi opini politik berhubungan langsung dengan perbedaan habitus kelas masing-masing kelas sosial.
"Penelitian Fajrul ini juga menunjukkan bahwa modus produksi opini politik dan pilihan politik tersebut terkondisikan oleh arena sosial (social field). Kelas elite dan kelas menengah profesional mengalami modus produksi opini dan pilihan politik berdasarkan etos kelas dan prinsip politik atau produksi orang-pertama (first person production), di mana opini dan pilihan politik pemilih dari kelas ini berdasarkan kesadaran diskursif dan pengetahuan kritis-kognitif," kata Dr Hendriyani.
Metode yang digunakan adalah convergent parallel mixed method, pendekatan kuantitatif dengan analisis kluster digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kelas-kelas sosial di Indonesia, sementara pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan para informan kunci digunakan untuk mendapatkan pemahaman tentang habitus kelas dan modus produksi opini politik masing-masing kelas sosial dengan menggunakan the modes of production of opinion Bourdieu.
Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang komunikasi ini melalui analisis kuantitatif dan kualitatif dengan interpretative phenomenological analysis berhasil mengidentifikasi empat kelas sosial di Indonesia lengkap dengan habitus kelas masing-masing, yakni kelas elite, kelas menengah
profesional, kelas menengah tradisional, dan kelas marhaen.
"Tiap-tiap kelas sosial memiliki jumlah dan portofolio kapital ekonomi, kapital budaya, dan kapital sosial yang berbeda, serta habitus kelas dan kapital simbolik yang berbeda pula dan memiliki modus produksi opini politik yang juga menunjukkan perbedaan (distinction) signifikan pada masing-masing kelas sosial. Perbedaan modus produksi opini politik berhubungan langsung dengan perbedaan habitus kelas masing-masing kelas sosial.
"Penelitian Fajrul ini juga menunjukkan bahwa modus produksi opini politik dan pilihan politik tersebut terkondisikan oleh arena sosial (social field). Kelas elite dan kelas menengah profesional mengalami modus produksi opini dan pilihan politik berdasarkan etos kelas dan prinsip politik atau produksi orang-pertama (first person production), di mana opini dan pilihan politik pemilih dari kelas ini berdasarkan kesadaran diskursif dan pengetahuan kritis-kognitif," kata Dr Hendriyani.
Lihat Juga :