Demokrat Kubu Moeldoko Sebut Somasi Terbuka AHY Bentuk Provokasi Kuno
Selasa, 20 April 2021 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
SHE memandang somasi terbuka itu lagu lama. SBY dan para kroninya dinilainya senang sekali memainkan opini sebagai pihak yang dizhalimi. Somasi terbuka itu merupakan intrik provokasi terbaru SBY dan AHY yang ingin merusak nama baik Moeldoko sebagai pejabat di pemerintahan Jokowi. Selain itu juga menyudutkan Pemerintahan Jokowi yang dianggap masih melindungi Moeldoko dan para inisiator KLB Sibolangit.
Baca juga: Soal Somasi Terbuka Kubu AHY, Darmizal: Jangan Bikin Dagelan Konyol
SHE mengatakan, somasi terbuka dari kubu SBY atau AHY merupakan bentuk penggiringan opini publik yang sangat dipaksakan, di mana seolah-olah Moeldoko yang merupakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat itu menjadi beban tersendiri bagi Presiden Jokowi.
"Ini intrik dan provokasi kuno yang sudah sangat jadul dan tertinggal. Presiden Jokowi itu orangnya rasional, dan tidak reaktif emosional atau baperan seperti SBY. Pak Jokowi yang sudah sangat piawai dalam berpolitik itu, tidak akan mudah dan mempan untuk ditekan-tekan dan diprovokasi dengan cara-cara murahan seperti itu," ujarnya.
SHE berpesan SBY atau AHY agar tidak lagi membuat tindakan-tindakan konyol dan yang akan menjadi bahan tertawaan rakyat, seperti tindakan membuat somasi Terbuka yang sama sekali tidak memiliki dasar hukumnya.
"Sengketa kedua belah pihak antara Partai Demokrat kubu Pak Moeldoko dan kubu SBY masih terus berlangsung, dan belum memiliki keputusan yang bersifat inkracht dari pengadilan. Sudah seyogyanya kedua belah pihak masih memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, olehnya pihak SBY dilarang keras untuk main ancam-ancaman," katanya.
Baca juga: Soal Somasi Terbuka Kubu AHY, Darmizal: Jangan Bikin Dagelan Konyol
SHE mengatakan, somasi terbuka dari kubu SBY atau AHY merupakan bentuk penggiringan opini publik yang sangat dipaksakan, di mana seolah-olah Moeldoko yang merupakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat itu menjadi beban tersendiri bagi Presiden Jokowi.
"Ini intrik dan provokasi kuno yang sudah sangat jadul dan tertinggal. Presiden Jokowi itu orangnya rasional, dan tidak reaktif emosional atau baperan seperti SBY. Pak Jokowi yang sudah sangat piawai dalam berpolitik itu, tidak akan mudah dan mempan untuk ditekan-tekan dan diprovokasi dengan cara-cara murahan seperti itu," ujarnya.
SHE berpesan SBY atau AHY agar tidak lagi membuat tindakan-tindakan konyol dan yang akan menjadi bahan tertawaan rakyat, seperti tindakan membuat somasi Terbuka yang sama sekali tidak memiliki dasar hukumnya.
"Sengketa kedua belah pihak antara Partai Demokrat kubu Pak Moeldoko dan kubu SBY masih terus berlangsung, dan belum memiliki keputusan yang bersifat inkracht dari pengadilan. Sudah seyogyanya kedua belah pihak masih memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, olehnya pihak SBY dilarang keras untuk main ancam-ancaman," katanya.
(abd)
Lihat Juga :