Nekat Mudik, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Seperti India
Selasa, 20 April 2021 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Ironisnya, lanjut dia, dalam berbagai acara tersebut, masyarakat enggan menggunakan masker dengan benar. Masyarakat di India itu abai. Akibatnya, lanjut dia, kasus Covid-19 meledak dengan dahsyat, pertahanan kesehatan India pun bobol.
"Nah, untuk mencegah meledaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya mendekati Idulfitri yang tinggal menghitung hari, bangsa Indonesia harus menjadikan kasus Covid-19 di India sebagai pelajaran. Sebab, jika masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan, kasus di India bisa juga terjadi di Indonesia," tuturnya.
Baca juga: Mudik Dilarang, Pengiriman Barang Diprediksi Meningkat 40 Persen
Dia menambahkan, menyambut Idulfitri, sudah sudah ada larangan mudik. Namun, kata dia, tetap harus diwaspadai potensi mudik di luar ketentuan yang resmi. "Berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan, tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama. Bayangkan bila ada jutaan warga yang mudik sebelum tanggal 6 Mei, sesuai ketentuan, bisa-bisa penyebaran Covid-19 menjadi tidak terkendali," imbuhnya.
Menurut dia, untuk menghindari ledakan Covid-19, perlu langkah dan antisipasi nyata dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga seluruh elemen masyarakat. "Caranya, ya dengan gotong royong. Masyarakat diharapkan sadar dan mau mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik ditahun ini. Karena sesungguhnya, kalau masyarakat abai terhadap ketentuan pemerintah, pandemi bisa meledak setiap saat," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Selanjutnya, dia mengimbau kepada masyarakat dan pemerintahan desa maupun daerah tujuan mudik, perlu melakukan langkah-langkah tegas, menghalau warga yang tetap nekat mudik bersama. "Aparat desa bekerja sama dengan aparat keamanan negara harus berani melarang pemudik memasuki wilayah tujuan mudik. Bila tetap nekat, ya disuruh pulang kembali," ujarnya.
"Nah, untuk mencegah meledaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya mendekati Idulfitri yang tinggal menghitung hari, bangsa Indonesia harus menjadikan kasus Covid-19 di India sebagai pelajaran. Sebab, jika masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan, kasus di India bisa juga terjadi di Indonesia," tuturnya.
Baca juga: Mudik Dilarang, Pengiriman Barang Diprediksi Meningkat 40 Persen
Dia menambahkan, menyambut Idulfitri, sudah sudah ada larangan mudik. Namun, kata dia, tetap harus diwaspadai potensi mudik di luar ketentuan yang resmi. "Berkaca dari pengalaman sebelumnya, meski ada larangan, tetap saja ada upaya masyarakat untuk mudik bersama. Bayangkan bila ada jutaan warga yang mudik sebelum tanggal 6 Mei, sesuai ketentuan, bisa-bisa penyebaran Covid-19 menjadi tidak terkendali," imbuhnya.
Menurut dia, untuk menghindari ledakan Covid-19, perlu langkah dan antisipasi nyata dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga seluruh elemen masyarakat. "Caranya, ya dengan gotong royong. Masyarakat diharapkan sadar dan mau mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik ditahun ini. Karena sesungguhnya, kalau masyarakat abai terhadap ketentuan pemerintah, pandemi bisa meledak setiap saat," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Selanjutnya, dia mengimbau kepada masyarakat dan pemerintahan desa maupun daerah tujuan mudik, perlu melakukan langkah-langkah tegas, menghalau warga yang tetap nekat mudik bersama. "Aparat desa bekerja sama dengan aparat keamanan negara harus berani melarang pemudik memasuki wilayah tujuan mudik. Bila tetap nekat, ya disuruh pulang kembali," ujarnya.
Lihat Juga :