Janji Kampanye Ditagih, Pemerintah Jokowi Diminta Tuntaskan Skandal BLBI
Senin, 19 April 2021 - 22:25 WIB
loading...
Aksi kelompok masyarakat terkait penuntasan kasus BLBI. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan untuk memenuhi janji kampanyenya pada Pilpres 2014 tentang penuntasan kasus mega skandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah.
Pengamat ekonomi dan politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinagoro mengatakan, tema besar kampanye Jokowi saat itu adalah pemberantasan korupsi.
Mega skandal BLBI dikatakan Sasmito adalah korupsi terbesar dalam sejarah republik ini. Untuk itu, rakyat wajib mengingatkan pemerintahan Jokowi agar jangan melupakan janji.
"Mari kita melawan lupa. Kita tagih janji Ir Jokowi saat kampanye Pilpres 2014," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (19/4/2021).
Menurut dia, upaya menuntaskan skandal BLBI masih jauh panggang dari api. Padahal, sejumlah data tentang skandal ini sudah pernah dipaparkannya, termasuk di era Presiden Soesilo Bambang Yudoyono (SBY).
![Janji Kampanye Ditagih, Pemerintah Jokowi Diminta Tuntaskan Skandal BLBI]()
Pengamat ekonomi dan politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinagoro. Foto/Istimewa
Pengamat ekonomi dan politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinagoro mengatakan, tema besar kampanye Jokowi saat itu adalah pemberantasan korupsi.
Mega skandal BLBI dikatakan Sasmito adalah korupsi terbesar dalam sejarah republik ini. Untuk itu, rakyat wajib mengingatkan pemerintahan Jokowi agar jangan melupakan janji.
"Mari kita melawan lupa. Kita tagih janji Ir Jokowi saat kampanye Pilpres 2014," ujar Sasmito di Jakarta, Senin (19/4/2021).
Menurut dia, upaya menuntaskan skandal BLBI masih jauh panggang dari api. Padahal, sejumlah data tentang skandal ini sudah pernah dipaparkannya, termasuk di era Presiden Soesilo Bambang Yudoyono (SBY).

Pengamat ekonomi dan politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinagoro. Foto/Istimewa
Lihat Juga :