Bantu Korban Bencana, Gerindra: Partai Politik Harus Hadir saat Rakyat Sulit

Senin, 19 April 2021 - 18:07 WIB
loading...
Bantu Korban Bencana,...
Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani (dua dari kiri) saat acara penyerahan bantuan untuk korban bencana di NTT. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Bencana banjir bandang dan siklon tropis seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur begitu mengkhawatirkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa meninggal dunia berjumlah menjadi 181 orang.

Menyikapi itu, DPP Partai Gerindra bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat NTT yang menjadi korban bencana.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk ikut memberikan bantuan kepada masyarakat di kala tertimpa musibah.

Bantuan-bantuan yang diberikan buka hanya dilakukan ketika menjelang pemilu, tetapi di saat genting seperti bencana alam yang melanda Provinsi NTT.

"Lazimnya sebuah partai politik bergerak mendekati masa pemilu atau pilkada sibuk membangun pencitraan, seolah-olah dia (parpol-red) paling membela kepentingan rakyat. Akan tetapi, Bapak Prabowo Subianto (Ketua Umum DPP Partai Gerindra) tidak mengajarkan kami untuk melakukan hal demikian," tutur Ahmad Muzani di sela kunjungannya di NTT, Senin (19/4/2020).

Menurut Muzani, Prabowo mengajarkan berpolitik adalah proses yang tidak pernah berhenti untuk terus memikirkan rakyat dan tidak kenal lelah untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat demi mencapai tujuan bangsa dan negara.

"Partai Gerindra hadir untuk rakyat bukan hanya saat menjelang pemilu, tapi juga di saat-saat sulit seperti ini," sambung Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini.Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Demokrat Tegaskan Tetap di Luar Pemerintahan

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa beras, mi instan, ikan kaleng, susu, biskuit, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, selimut, masker serta air mineral.

Menurut Muzani, barang-barang di atas adalah kebutuhan paling utama bagi masyarakat korban bencana agar bisa bertahan hidup di saat sulit seperti ini.

Dia menegaskan, butuh sinergisitas antarkepala daerah di NTT agar pemulihan pascabencana bisa dilakukan dengan cepat. "Yang paling rawan dari bencana adalah pada saat satu minggu pertama. Ada yang menjerit, menangis serta kehilangan anggota keluarganya dan tidak sabar menunggu (bantuan datang-red). Itulah awal krisis sebenarnya, sehingga butuh penanganan dari wali kota, wakil bupati agar bencana dapat terkendali, sehingga dua minggu setelah bencana kondisi sudah terkendali," tuturnya.

Baca juga: Polri Periksa Sejumlah Saksi Ahli untuk Menjerat Jozeph Paul Zhang

Sebelumnya, Ahmad Muzani juga sempat mengikuti buka bersama dengan para korban bencana dan sejumlah anak yatim di wilayah bencana di NTT. Bersama sejumlah anggota Fraksi Partai Gerindra DPR, dia memberikan bantuan sembako dan santunan kepada para korban dan sejumlah anak yatim.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved