API Mendukung Upaya Kejaksaan Agung Bongkar Mafia Tekstil

Rabu, 20 Mei 2020 - 16:28 WIB
loading...
API Mendukung Upaya...
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020. Beberapa waktu lalu, Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dua rumah milik petinggi Bea Cukai tipe B Batam, guna mencari serta mengumpulkan barang bukti dan menemukan tersangkanya.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman menyambut positif upaya pengungkapan kasus impor tekstil tersebut. Dia menilai hal itu menjadi bagian dari perbaikan kondisi industri tekstil Indonesia secara umum. (Baca juga: Rusak Pasar Domestik,Tekstil Impor Ilegal dari China Harus Diusut)

“Bagus, positif itu bagian dari perbaikan kondisi tekstil kita secara umum, secara menyeluruh kita sih berharap ke depan tidak terjadi lagi hal serupa. Karena ini bukan hanya soal merugikan Negara secara pajak. Industri tekstil kita juga dirugikan amat sangat besar,” ujar Rizal dalam keterangannya yang diterima SINDOnews, Rabu (20/5/2020).

Menurut Rizal, banyak aspek yang terdapat dalam persoalan tekstil, di antaranya menyangkut soal tenaga kerja, perputaran ekonomi masyarakat, perdagangan dan sebagainya. “Kalau semakin banyak penyelundupan-penyelundupan serupa yang ditangkap, dibongkar maka seharusnya industri tekstil kita semakin aman dari tindakan-tindakan tidak fair, dan itu sangat membantu kita untuk tumbuh,” jelasnya.

Rizal melanjutkan dampak dari adanya mafia tekstil sangat besar bagi industri tekstil Indonesia sebab sederhananya dari setiap meter kain yang diproduksi dalam proses pembuatanya melibatkan banyak orang, mulai dari benang sampai menjadi kain. “Industri tekstil jelas menghidupi masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja,” tutur Rizal.

Namun permainan mafia tekstil yang menyelundupkan tekstil ilegal berpotensi kehilangan pendapatan bagi negara, secara sosial sangat merugikan bagi masyarakat. “Inikan industri faktur, industri yang menyerap banyak tenaga kerja, kita berharap tidak terjadi lagi kedepan, tidak terjadi lagi yang seperti itu. Kita berharap ke Bea Cukai, Kejaksaan Agung, kepolisian mudah-mudahan, ini demi bangsa dan negara,” papar Rizal.

Sebagaimana diketahui, penyidikan atas kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil premium ini berawal dari Ditjen Bea Cukai yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil premium di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 Maret lalu.

Seluruh kontainer ini diketahui berlayar dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dari 27 kontainer yang diamankan, 10 kontainer diketahui diimpor oleh PT Peter Garmindo Prima dan hanya membayar Rp730 juta.

Sementara 17 kontainer lainnya diimpor oleh PT Flemings Indo Batam yang membayar Rp1,09 miliar. Keseluruhan kontainer dikirimkan menuju satu alamat yang sama yakni Komplek Pergudangan Green Sedayu Bizpark, Cakung, Jakarta Timur.

Dalam dokumen pengiriman, kontainer tersebut tercatat berisi kain poliester. Namun faktanya, 27 kontainer tersebut berisikan kain premium jenis sutra, satin, brokat dan lainnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Jaga Indonesia Pintar...
Jaga Indonesia Pintar Permudah Pelaporan Dugaan Penyelewengan Dana PIP
Sahroni Apresiasi Kejagung...
Sahroni Apresiasi Kejagung Lelang Tanker Sitaan Rp1 Triliun: Bukti Nyata Asset Recovery
Tinjau Kapal Hasil Rampasan...
Tinjau Kapal Hasil Rampasan Negara di Batam, Kejagung Percepat Lelang Tanker Iran
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Berita Terkini
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved