Cegah Terorisme, Orang Tua dan Sekolah Harus Perkuat Moderasi Beragama ke Milenial

Sabtu, 10 April 2021 - 22:30 WIB
loading...
Cegah Terorisme, Orang...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indonesia baru saja diguncang aksi teror beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Yang disasar pun bukan hanya tempat ibadah, bahkan Markas Besar (Mabes) Polri.

Berdasarkan keterangan resmi polisi, para pelaku teror tersebut masih berusia muda namun karena terpapar oleh paham radikal kemudian menjadi teroris.

Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ali M Abdillah mengungkapkan keprihatinannya terhadap aksi teror yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Menurut dia, hal tersebut sangat menyedihkan terlebih lagi pelaku masih di usia muda atau milenial.”Ini perlu menjadi perhatian semua pihak agar langkah antisipatif dapat dilakukan. Orang tua harus mengawasi betul karena jaringan teroris ini dapat memanfaatkan organisasi kerohanian sekolah sebagai pintu masuk doktrinasi terhadap antinegara, anti pemerintah,” tutur Kiai Ali di Jakarta, Jumat 9 April 2021.

Dia mengaitkan kasus terorisme tersebut dengan kasus yang pernah terjadi di lingkungan sekolah ketika siswa menolak ajaran radikal yang disampaikan oleh pendidik kemudian siswa tersebut diperlakukan secara tidak adil.

Menurut dia, gerakan radikal yang masif di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian bersama oleh Kemendikbud, Kemenag dan seluruh lapisan masyarakat.

“Ketika anak sudah masuk ke jaringan mereka (kelompok radikal-red) dan diberikan doktrin sesuai dengan kepentingan mereka maka ini akan menjadi amunisi yang suatu saat bisa meledak. Ini yang harus diwaspadai bersama,” katanya.Baca juga: Peringatan Dini Kedubes AS, IPW Minta Polri Bersihkan Sarang Terorisme

Oleh karena itu, kata dia, pengajian melalui media sosial (medsos) perlu dikendalikan dan diperhatikan. Apalagi ketika mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan corak keragaman di Indonesia maka pemerintah diminta lebih baik tegas. Termasuk juga peran orang tua sangat penting untuk memantau anak-anaknya.

”Karena anak-anak ini sudah menjadi incaran kelompok radikal. Hal ini perlu diperketat karena melalui pintu-pintu tadi kelompok teroris melakukan perekrutan dan cuci otak terhadap generasi muda,” tutur Ali. Baca juga: Milenial Jadi Sasaran Propaganda Virtual Terorisme, Crtitical Thinking Solusinya

Ketua Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyin (MATAN) DKI Jakarta itu juga menyampaikan, di MUI sudah terbentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET). Ini menunjukkan MUI serius dalam melakukan kontra narasi sekaligus deradikalisasi kepada anak muda yang terpapar ajaran radikalisme.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kondisi terkini yang sedang terjadi karena saat ini negara tidak membiarkan kelompok ini bergerak bebas.

“Kita memiliki aparat-aparat yang terus mencari jaringan mereka (teroris) sembari kita juga melakukan pengamanan di tingkat lingkungan dan keluarga serta berdoa kepada Allah SWT agar bangsa dan negara kita diberikan perlindungan oleh Allah SWT. Masyarakat harus aktif, dan pihak keamanan juga harus kita support demi ketentraman dan keamanan rakyat Indonesia,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
2 Buronan KKB Penebar...
2 Buronan KKB Penebar Aksi Teror di Yahukimo Ditangkap
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved