8 Fakta Gempa di Selatan Jawa Timur

loading...
8 Fakta Gempa di Selatan Jawa Timur
Pengunjung Hotel Arya Gajayana Malang, Jalan Kawi, Kota Malang berhamburan menyelamatkan diri saat gempa M 6,7 terjadi. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
JAKARTA - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono membeberkan delapan fakta yang berkaitan dengan gempa di selatan Jawa Timur pada Sabtu, 10 April 2021.

"Berikut fakta gempa Selatan Jawa Timur pada 10 April 2021," kata Daryono melalui pesan singkatnya, Minggu (11/4/2021).

Lantas, apa saja delapan fakta yang berkaitan dengan gempa di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021? Berikut menurut Daryono:

1. Gempa ini terjadi pada siang hari pukul 14.00 WIB. Kemudian, memiliki magnitudo 6,1 dengan episenter terletak di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 80 km.

2. Gempa selatan Malang ini bukan termasuk Gempa Megathrust, tetapi Gempa Menengah di Zona Beniof. Sebab, deformasi atau patahan batuan yang terjadi, berada pada slab lempeng Indo-Australia yang menunjam dan tersubduksi menukik ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai selatan Malang.



Baca juga: Minggu Pagi Gempa Bermagnitudo 5,5 Kembali Mengguncang Malang, Warga Berhamburan

3. Mekanisme sumber gempa ini berupa pergerakan sesar naik (thrust fault). Mekanisme sumber sesar naik ini sebenarnya sensitif terhadap potensi tsunami. Namun, gempa kemarin berada di kedalaman menengah dan dengan magnitudo 6,1 sehingga tidak cukup kuat untuk mengganggu kolom air laut. Sehingga, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

4. Dampak gempa ini mencapai skala intensitas maksimum V-VI MMI (dalam peta tingkat guncangan berwarna kuning). Sehingga, gempa ini berpotensi merusak. Estimasi pada peta, tingkat guncangan yang dirilis BMKG 15 menit setelah gempa cukup akurat, dan ternyata benar gempa ini banyak menimbulkan kerusakan bangunan rumah.

Baca juga: Gempa Malang, BPPTKG Sebut Tak Pengaruhi Aktivitas Merapi

5. Gempa ini memiliki spektrum guncangan luas yang dirasakan hingga daerah Banjarnegara di barat dan Bali di timur. Adanya spektrum guncangan yang luas ini berkaitan dengan hiposenter gempanya yang cukup dalam.



6. Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi tiga kali gempa gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan kecil kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan.

7. Gempa selatan Malang ini kemungkinan sangat kecil untuk dapat memicu aktifnya gunungapi, kecuali gunungapi tersebut memang sedang aktif. Jika gunungapi sedang tidak aktif, maka gempa tektonik akan sulit mempengaruhi aktivitas vulkanisme.

8. Zona gempa selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan. Berdasarkan catatan sejarah gempa, gempa Selatan Malang M6,1 ini berdekatan pusat gempa merusak Jawa Timur yang terjadi pada masa lalu di tahun 1896, 1937, 1962, 1963, dan 1972.

(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top