Kasus Dugaan Korupsi, Aa Umbara dan Anaknya Penuhi Panggilan KPK

Jum'at, 09 April 2021 - 12:56 WIB
loading...
Kasus Dugaan Korupsi, Aa Umbara dan Anaknya Penuhi Panggilan KPK
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya Andri Wibawa (AW) akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada hari ini Jumat (9/4/2021). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya Andri Wibawa (AW) akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Kasus Korupsi Bandung Barat, KPK Geledah Rumah Keluarga Aa Umbara

Keduanya bakal diperiksa sebagai tersangka terkait kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi virus Corona (Covid 19) pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Baca juga: Tersangka Korupsi, Aa Umbara Terancam Dicopot Sebagai Ketua NasDem KBB

"Hari ini pemeriksaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Aa Umbara dan anaknya telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan (MTG).

Baca juga: Bupati Aa Umbara Sutisna Terjerat Korupsi Bansos COVID-19, Bagaimana Nasib Wakilnya?

Namun, KPK hanya melakukan penahanan terhadap Totoh saja. Karena AA Umbara dan anaknya tidak bisa memenuhi panggilan KPK pada Kamis (1/4) dengan alasan sakit.

Dalam kasus ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat.

Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Total, keduanya menerima Rp3,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

Atas perbuatannya, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan AW dan MTG disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2406 seconds (10.177#12.26)