Defisit Gula Nasional 3,7 Juta Ton

Jum'at, 09 April 2021 - 06:30 WIB
loading...
Defisit Gula Nasional...
Produksi gula dalam negeri hanya mampu memasok 2,1 juta ton sehingga terjadi defisit hingga 3,7 juta ton. (Ilustrasi: Wawan Bastian/SINDOnews)
A A A
TERNYATA importir gula tidak kena dampak pandemi Covid-19. Faktanya, di saat berbagai komoditas pangan impor turun malah angka impor gula mengalami kenaikan. Pada akhir tahun lalu angka impor gula tercatat 5,54 juta ton atau meningkat 1,45 juta ton dari angka impor pada 2019 sebanyak 4,09 juta ton. Ironisnya, kondisi industri makanan dan minuman selaku pengguna gula terbesar “terkapar” kena badai pandemi virus korona. Data menunjukkan pertumbuhan industri makanan dan minuman terjun bebas dari 7,8% pada 2019 menjadi 1,6% pada akhir tahun lalu. Begitu pula konsumsi gula untuk rumah tangga tidak ada lonjakan. Karena itu, wajar kalau ekonom senior Faisal Basri mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait impor gula. Data impor gula kali ini tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Memang Faisal Basri membeberkan data bahwa produksi gula nasional sepanjang tahun lalu mengalami penurunan. Hanya, angka penurunan tersebut tipis saja atau hanya pada kisaran 100.000 ton, dari angka produksi 2,23 juta ton pada 2019 menjadi 2,13 juta ton pada akhir tahun lalu. Bandingkan kenaikan angka impor gula yang mencapai 1,45 juta ton. Pembukaan keran impor gula secara lebar memang mengundang berbagai pertanyaan, tetapi pakar ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) ini tidak ingin berspekulasi lebih jauh. Sebab, boleh jadi impor gula tersebut dimaksudkan meredam lonjakan harga gula yang sempat mencapai Rp15.000 per kg, bahkan pada sejumlah daerah terpantau menembus Rp22.000 per kg. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kg sebagaimana dipatok pemerintah.

Lalu, bagaimana kondisi pasar gula tahun ini? Pemerintah melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin ketersediaan pasokan gula, terutama menghadapi Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada April-Mei tidak ada masalah. Untuk menjaga stabilitas harga gula nasional, perusahaan pelat merah itu telah melaksanakan penugasan pemerintah untuk impor gula sebanyak 75.000 ton secara bertahap sejak Maret hingga April 2021. Sebagaimana ditegaskan Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, kebijakan impor dikeluarkan sebagai upaya antisipasi permintaan gula yang meningkat pada Ramadan dan Lebaran. Sebab, berharap dari produksi gula dalam negeri dikhawatirkan bisa jadi masalah. Pasalnya, musim giling tebu di dalam negeri jatuh pada pertengahan tahun atau setelah Ramadan dan Lebaran.

Jadi, penugasan badan usaha milik negara (BUMN) yang fokus bisnisnya pada industri gula dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas harga gula di tingkat konsumen. Selain itu, tugas yang diemban RNI sebagai importir gula sejalan dengan peran dan tugas selaku koordinator BUMN kluster pangan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Gula impor dari RNI itu masuk melalui sejumlah pelabuhan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Senin (15/3), membeberkan data kebutuhan gula nasional. Berdasarkan prognosa, kebutuhan gula sepanjang Januari hingga Mei 2021 sebanyak 1,21 juta ton. Adapun stok gula dalam negeri diperkirakan 940.480 ton, meliputi 804.685 ton sebagai limpahan stok tahun lalu, dan 135.795 ton hasil produksi dalam negeri. Hal itu berarti defisit stok gula mencapai 278.484 ton hingga akhir Mei tahun ini. Untuk mengatasi defisit gula tersebut sudah aman dengan membuka keran impor lebar-lebar.

Sekadar menyegarkan ingatan, industri gula di Indonesia pernah berjaya di zaman penjajahan Belanda. Pada zaman itu industri gula nasional (Hindia Belanda) mencatatkan diri sebagai salah satu negara pengekspor utama gula terbesar di dunia setelah Kuba. Masa keemasan industri gula berlangsung selama tiga tahun antara 1928 hingga 1931 dengan angka produksi yang mencapai 3 juta ton yang dihasilkan dari 179 pabrik gula.

Sayangnya zaman keemasan industri gula nasional itu tak bisa diputar kembali. Saat ini kebutuhan gula nasional—gula rafinasi untuk industri dan gula kristal putih untuk konsumsi—diprediksi mencapai 5,8 juta ton tahun ini. Dan, produksi gula dalam negeri hanya mampu memasok 2,1 juta ton. Terjadi defisit yang sangat besar mencapai 3,7 juta ton. Untuk memenuhi defisit tersebut hanya satu jalan, yakni impor yang selalu dikerubuti pengusaha pemburu rente untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jangankan pengusaha, semut saja gemar memburu gula karena manis.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
5 Bos Perusahaan Gula...
5 Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
Tom Lembong Datangi...
Tom Lembong Datangi Komisi Yudisial terkait Laporan terhadap Hakim yang Memvonisnya
Kejagung: HP dan Laptop...
Kejagung: HP dan Laptop Tom Lembong Sudah Dikembalikan
Tom Lembong Minta Jangan...
Tom Lembong Minta Jangan Bully Auditor BPKP yang Sebut Kerugian Negara Impor Gula Rp578,1 Miliar
Tom Lembong Laporkan...
Tom Lembong Laporkan Auditor BPKP, Yakin Importasi Gula di Eranya Tak Ada Kerugian Negara
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved