Konsolidasi di Kaki Merapi, AHY Minta Kader Demokrat Anggap KLB Bahaya Laten

Rabu, 07 April 2021 - 10:00 WIB
loading...
Konsolidasi di Kaki...
AHY meminta kader Partai Demokrat untuk tetap waspadai potensi manuver politik oleh segelintir orang. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Penolakan Kemenkumham terhadap kubu Moeldoko dinilai sebagai kemenangan kubu Cikeas dalam kisruh Partai Demokrat . Tetapi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan kader partai berlambang mercy itu tidak larut dalam euforia kemenangan di babak pertama tersebut.

Sebaliknya, AHY mengimbau kader Partai Demokrat segera melanjutkan kerja-kerja politik untuk masyarakat. "Dimulai dr Yogyakarta, saya kembali berkonsolidasi dgn para kader & pengurus @PDemokrat. Sambil berkemah di kaki gunung Merapi, saya terus mengingatkan para kader agar jgn larut dlm euforia, ttp waspada & segera melanjutkan kerja2 politik untuk masyarakat," cuit AHY dikutip dari lini masa Twitter @AgusYudhoyono, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Kubu Moeldoko ke Cikeas: AHY Cagub Itu Kehormatan, Pelarian Mayor Levelnya Camat

Cuitan AHY itu pun mendapat 528 likes, 4 tweet kutipan dan 101 retweet. Beragam tanggapan dari para pengguna Twitter lainnya.

"Tidak cukup hanya konsolidasi internal tapi juga harus berkoalisi dg rakyat dan ulama klo mau didukung utk melawan kezhaliman," cuit seorang Warganet @Wiwin_Dilevo.

Baca juga: Kelas AHY Disamakan Camat, Pengamat: Itu Olok-olok Keras, Merendahkan

Dalam video yang ditautkan, AHY yang disapa sebagai Mas Ketum, mengingatkan para kader Partai Demokrat Yogyakarta bahwa peristiwa seperti KLB Deliserdang yang disebutnya ilegal bisa terjadi lagi. Karena itu, kader harus menganggap KLB sebagai bahaya laten.

"Dalam politik pertarungan tidak pernah selesai. Bisa saja ini terjadi lagi, bisa tahun besok sampai tahun 2024. Karena itu anggap saja sebagai laten. Kita harus bisa menyiapkan langkah antisipasi," ujar AHY di kaki Gunung Merapi.

Sekadar diketahui, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly pada Rabu 31 Maret 2021 telah mengumumkan menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umumnya. Alasanny dokumen yang dibawa kubu Moeldoko tidak memenuh syarat.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Menko AHY Tinjau Progres...
Menko AHY Tinjau Progres Infrastruktur Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung
AHY Sebut Potensi Kerugian...
AHY Sebut Potensi Kerugian Rp6.396 Triliun Jika Tanggul Laut Tak Dibangun
Rekomendasi
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Berita Terkini
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved