Di IAIN Samarinda, Ketua DPD Sampaikan Sejumlah Catatan untuk Ibu Kota Baru
Senin, 05 April 2021 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, sejumlah negara telah memperkuat karakter itu. Dia mencontohkan perbedaan di Kota Beijing, ibu kota Tiongkok, dengan Kota Shanghai, atau kota-kota yang menjadi pusat bisnis dan industri di Tiongkok.
"Itulah pentingnya mengapa identitas dan karakter bangsa Indonesia harus benar-benar tampak melalui konsep pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur ini. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur ini nantinya hanya memindahkan Jakarta ke Kalimantan Timur," tuturnya.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menambahkan, hal lain yang menjadi catatan adalah isu-isu global yang akan menjadi kesepakatan penduduk dunia. "Terutama menyangkut isu lingkungan. Kita mengenal istilah Konstruksi Hijau, yaitu konsep pembangunan dengan pola konstruksi, yang dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan. Efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah," katanya. Baca juga: Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata
Selain itu, sambung La Nyalla, paradigma pembangunan kota baru yang berkembang pada abad ini adalah Kota Moderen dan Kota Berkelanjutan. Keduanya dapat memiliki makna yang saling melengkapi.
"Karakteristik modern city dan sustainable city ditandai dengan adanya masyarakat modern di suatu kota yang memiliki tujuan masa depan, dan berpikir jauh ke depan. Sehingga kota tersebut terus melakukan upaya inovatif melalui pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan sosial," ujarnya.
"Itulah pentingnya mengapa identitas dan karakter bangsa Indonesia harus benar-benar tampak melalui konsep pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur ini. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur ini nantinya hanya memindahkan Jakarta ke Kalimantan Timur," tuturnya.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menambahkan, hal lain yang menjadi catatan adalah isu-isu global yang akan menjadi kesepakatan penduduk dunia. "Terutama menyangkut isu lingkungan. Kita mengenal istilah Konstruksi Hijau, yaitu konsep pembangunan dengan pola konstruksi, yang dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian produk konstruksi yang ramah lingkungan. Efisien dalam pemakaian energi dan sumber daya, serta berbiaya rendah," katanya. Baca juga: Mencekam, 50 Ibu Kota Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Bersenjata
Selain itu, sambung La Nyalla, paradigma pembangunan kota baru yang berkembang pada abad ini adalah Kota Moderen dan Kota Berkelanjutan. Keduanya dapat memiliki makna yang saling melengkapi.
"Karakteristik modern city dan sustainable city ditandai dengan adanya masyarakat modern di suatu kota yang memiliki tujuan masa depan, dan berpikir jauh ke depan. Sehingga kota tersebut terus melakukan upaya inovatif melalui pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permasalahan sosial," ujarnya.
Lihat Juga :