Dorong AHY Hadapi Anies, Manuver Kubu Moeldoko Alihkan Isu Kekalahan
Senin, 05 April 2021 - 13:51 WIB
loading...
Pernyataan agar AHY dicalonkan di Pilgub DKI pada 2024 untuk menghadapi Anies Baswedan dianggap sebagai manuver politik yang sah-sah saja. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan kubu Moeldoko agar Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada 2024 dinilai sebagai manuver politik. Tetapi hal itu memang sah dan wajar dalam permainan politik.
"Usulan kubu Moeldoko yang usulkan AHY nyalon Gubernur DKI Jakarta lagi tentu bisa dibaca sebagai bagian manuver politik dan sah-sah saja secara demokrasi," ujar Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Kubu Moeldoko Dorong AHY Maju Pilgub DKI, Andi Nurpati: Tidak Usah Atur-Atur Demokrat
Kubu Moeldoko mengajukan pencalonan AHY sebagai cagub DKI untuk menguji elektabilitas putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Kubu Moeldoko “menantang” seberapa besar sebenarnya dukungan publik terhadap AHY bila dihadapkan dengan Anies Baswedan sebagai petahana.
Arif juga berpendapat bahwa usulan dari kubu Moeldoko itu juga bisa dilihat sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dalam konflik Partai Demokrat. Terlebih, upaya kubu Moeldoko untuk mendapatkan pengakuan pemerintah gagal. Bisa dikatakan, pernyataan kubu Moeldoko adalah bentuk komunikasi politik untuk mengalihkan "kekalahan" dalam perebutan Partai Demokrat.
"Usulan kubu Moeldoko yang usulkan AHY nyalon Gubernur DKI Jakarta lagi tentu bisa dibaca sebagai bagian manuver politik dan sah-sah saja secara demokrasi," ujar Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Kubu Moeldoko Dorong AHY Maju Pilgub DKI, Andi Nurpati: Tidak Usah Atur-Atur Demokrat
Kubu Moeldoko mengajukan pencalonan AHY sebagai cagub DKI untuk menguji elektabilitas putra pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Kubu Moeldoko “menantang” seberapa besar sebenarnya dukungan publik terhadap AHY bila dihadapkan dengan Anies Baswedan sebagai petahana.
Arif juga berpendapat bahwa usulan dari kubu Moeldoko itu juga bisa dilihat sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dalam konflik Partai Demokrat. Terlebih, upaya kubu Moeldoko untuk mendapatkan pengakuan pemerintah gagal. Bisa dikatakan, pernyataan kubu Moeldoko adalah bentuk komunikasi politik untuk mengalihkan "kekalahan" dalam perebutan Partai Demokrat.
Lihat Juga :