Cegah Mudik Lokal dan Menyebarnya Covid-19, Berani Enggak Tutup Ruas Jalan saat Lebaran?
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:40 WIB
loading...
Check Point PSBB di Bekasi, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Tinggal empat hari lagi Lebaran tiba. Hari kemenangan umat Islam itu sepertinya tidak bisa dirayakan seperti biasanya: Salat Idul Fitri di lapangan atau masjid, dan salam-salaman sebagai tanda saling memaafkan.
Pandemi Covid-19 meluluhlantahkan semua itu. Ada lagi budaya saling mengunjungi tetangga dan sanak saudara selama masa libur Lebaran. Meski pemerintah mengimbau untuk tidak melakukannya, bukan tidak mungkin masih ada masyarakat yang mencuri-curi kesempatan.
Pergerakan masyarakat yang biasa disebut mudik lokal itu perlu diantisipasi dengan baik. Jika tidak, sangat mungkin terjadi lonjakan penumpang transportasi umum, seperti commuter line, angkot, dan bus dalam kota.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah dan masyarakat tetap harus melakukan protokol kesehatan yang ketat di moda transportasi publik. Pemerintah harus menambah personel di stasiun dan terminal untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang sehingga bisa mengatur jarak antarpenumpang.
"Angkot dan mobil pribadi yang agak susah untuk diawasi. Itu diminta kesadarannya. Kalau angkot mungkin bisa disuruh push up. Itu mengkhawatirkan di situ saja," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020). (Baca juga: Muhammadiyah Tolak Berdamai dengan Covid-19 ).
Pandemi Covid-19 meluluhlantahkan semua itu. Ada lagi budaya saling mengunjungi tetangga dan sanak saudara selama masa libur Lebaran. Meski pemerintah mengimbau untuk tidak melakukannya, bukan tidak mungkin masih ada masyarakat yang mencuri-curi kesempatan.
Pergerakan masyarakat yang biasa disebut mudik lokal itu perlu diantisipasi dengan baik. Jika tidak, sangat mungkin terjadi lonjakan penumpang transportasi umum, seperti commuter line, angkot, dan bus dalam kota.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, pemerintah dan masyarakat tetap harus melakukan protokol kesehatan yang ketat di moda transportasi publik. Pemerintah harus menambah personel di stasiun dan terminal untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang sehingga bisa mengatur jarak antarpenumpang.
"Angkot dan mobil pribadi yang agak susah untuk diawasi. Itu diminta kesadarannya. Kalau angkot mungkin bisa disuruh push up. Itu mengkhawatirkan di situ saja," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (20/5/2020). (Baca juga: Muhammadiyah Tolak Berdamai dengan Covid-19 ).
Lihat Juga :