Politikus Nasdem Tak Heran Impor Senjata Meningkat
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:33 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya mengaku tidak heran mpor produk senjata dan amunisi serta bagiannya meningkat tajam pada Maret 2020. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 April 2020 bahwa impor produk senjata dan amunisi serta bagiannya meningkat tajam pada Maret 2020 dinilai hal yang wajar. Maka itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Willy Aditya mengaku tidak heran.
"Secara prinsip, seperti yang disebutkan oleh BPS ini adalah belanja rutin dari sektor pertahanan dan keamanan," ujar Willy Aditya kepada SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Jadi, kata Willy, setiap tahunnya memang ada alokasi dan pembelanjaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), tidak terkecuali persenjataan dan amunisinya. "Kedua, ini memang menjadi perhatian lebih dari kebijakan Kementerian Pertahanan saat ini," jelasnya. (Baca juga: PKS Minta Polri Investigasi Meningkatnya Impor Senjata di Masa Pandemi COVID-19 )
Sebab, kata dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedari awal saat momen debat Capres di Pilpres 2019 punya perhatian lebih terkait sektor itu. "Baginya, kekuatan militer kita masih lemah. Termasuk di sisi persenjataannya. Maka menjadi tidak heran jika alokasinya jor-joran dan benar-benar digunakan sepenuhnya," katanya.
Sehingga, dia menyambut positif impor senjata yang meningkat itu. "Dan sah. Jika dana digunakan sesuai alokasinya, itu tentu bagus. Artinya, dana yang dialokasikan benar-benar digunakan dengan semestinya, bukan untuk yang aneh-aneh. Toh, itu juga sudah disahkan oleh DPR alokasinya," ucapnya.
"Secara prinsip, seperti yang disebutkan oleh BPS ini adalah belanja rutin dari sektor pertahanan dan keamanan," ujar Willy Aditya kepada SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Jadi, kata Willy, setiap tahunnya memang ada alokasi dan pembelanjaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), tidak terkecuali persenjataan dan amunisinya. "Kedua, ini memang menjadi perhatian lebih dari kebijakan Kementerian Pertahanan saat ini," jelasnya. (Baca juga: PKS Minta Polri Investigasi Meningkatnya Impor Senjata di Masa Pandemi COVID-19 )
Sebab, kata dia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedari awal saat momen debat Capres di Pilpres 2019 punya perhatian lebih terkait sektor itu. "Baginya, kekuatan militer kita masih lemah. Termasuk di sisi persenjataannya. Maka menjadi tidak heran jika alokasinya jor-joran dan benar-benar digunakan sepenuhnya," katanya.
Sehingga, dia menyambut positif impor senjata yang meningkat itu. "Dan sah. Jika dana digunakan sesuai alokasinya, itu tentu bagus. Artinya, dana yang dialokasikan benar-benar digunakan dengan semestinya, bukan untuk yang aneh-aneh. Toh, itu juga sudah disahkan oleh DPR alokasinya," ucapnya.
Lihat Juga :