Fakta-fakta Konflik Demokrat: Dari Isu Kudeta, Pemecatan hingga Sikap Menkumham
Minggu, 04 April 2021 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Pada Jumat 26 Februari 2021, DPP Partai Demokrat memecat enam kadernya atas gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) atau kudeta terhadap AHY. Enam orang itu adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD Herzaky Mahendra menjelaskan Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah menetapkan bahwa enam orang itu terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk yang merugikan partainya dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan.
Kemudian, keenam orang itu ditetapkan telah menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoaks dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi telepon) bahwa Partai Demokrat dinilai gagal.
Lalu, keenam orang itu dianggap telah menghasut kader lainnya bahwa kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V Partai Demokrat 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara illegal dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal.
Selain mereka, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie juga dipecat karena dianggap melanggar etika atas perilakunya.Baca juga: Menang Lawan Moeldoko dkk, Peluang AHY Berlaga di Pilpres 2024 Kian Terbuka
3. Moeldoko bantah kudeta AHY
Dalam konferensi pers di kediamannya, Kawasan Menteng, Jakarta, Rabu 3 Februari 2021, Kepala KSP Moeldoko membantah ingin melakukan kudeta kepemimpinan AHY di Partai Demokrat. Namun, Mantan Panglima TNI itu mengakui ada pertemuan dengan kader dan mantan kader Partai Demokrat di rumahnya.
Moeldoko mengklaim bahwa pertemuannya dengan kader dan mantan kader Partai Demokrat itu hanya sekadar ngopi-ngopi. "Kudeta apaan yang mau dikudeta?" kata Moeldoko saat itu.
![Fakta-fakta Konflik Demokrat: Dari Isu Kudeta, Pemecatan hingga Sikap Menkumham]()
4. Moeldoko Ditetapkan Jadi Ketua Umum Demokrat Hasil KLB Sibolangit
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD Herzaky Mahendra menjelaskan Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah menetapkan bahwa enam orang itu terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk yang merugikan partainya dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan.
Kemudian, keenam orang itu ditetapkan telah menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoaks dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi telepon) bahwa Partai Demokrat dinilai gagal.
Lalu, keenam orang itu dianggap telah menghasut kader lainnya bahwa kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V Partai Demokrat 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara illegal dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal.
Selain mereka, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie juga dipecat karena dianggap melanggar etika atas perilakunya.Baca juga: Menang Lawan Moeldoko dkk, Peluang AHY Berlaga di Pilpres 2024 Kian Terbuka
3. Moeldoko bantah kudeta AHY
Dalam konferensi pers di kediamannya, Kawasan Menteng, Jakarta, Rabu 3 Februari 2021, Kepala KSP Moeldoko membantah ingin melakukan kudeta kepemimpinan AHY di Partai Demokrat. Namun, Mantan Panglima TNI itu mengakui ada pertemuan dengan kader dan mantan kader Partai Demokrat di rumahnya.
Moeldoko mengklaim bahwa pertemuannya dengan kader dan mantan kader Partai Demokrat itu hanya sekadar ngopi-ngopi. "Kudeta apaan yang mau dikudeta?" kata Moeldoko saat itu.

4. Moeldoko Ditetapkan Jadi Ketua Umum Demokrat Hasil KLB Sibolangit
Lihat Juga :