Pondok Pesantren Sangat Berpotensi Kembangkan Fintech

Kamis, 01 April 2021 - 05:18 WIB
loading...
Pondok Pesantren Sangat...
Koordinator Sub. Dir. Perekonomian I Kominfo, Eko Slamet Riyanto; Sekretaris LTN PBNU, Savic Ali; dan Wakil Ketua RMI PBNU, Hatim Ghazali saat diskusi Prospek Financial technology di Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pondok pesantren (Ponpes) memiliki potensi yang besar dalam memgembangkan financial technology (Fintech) mengingat jumlah pondok pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai puluhan ribu dengan santri yang mencapai jutaan orang.

Potensi tersebut mengemuka saat diskusi yang bertajuk "Prospek Fincial Technology untuk Pesantren". Diskusi yang diselenggarakan TVNU ini melibatkan tiga pembicara. Mereka ialah Koordinator Sub. Dir. Perekonomian I Kominfo, Eko Slamet Riyanto; Sekretaris LTN PBNU, Savic Ali; dan Wakil Ketua RMI PBNU, Hatim Ghazali di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Baca juga: Ma'ruf Amin Ajak Go Digital, Hapus Sekat antara Usaha Besar dan Kecil

Koordinator Sub. Dir. Perekonomian I Keminfo Eko Slamet Riyanto mengatakan, fintech bukan hal baru, apalagi di era teknologi yang semakin maju. Untuk itu, puluhan ribu jumlah pesantren dan jutaan santrinya perlu mengembangkan fintech di lingkungannya. "Itu potensi yang luar biasa," kata Eko.

Apalagi, sambung Eko, pesantren kini semakin melek terhadap teknologi informasi. Diapun menyatakan pemerintah mendukung kemajuan fintech di pesantren. "Mungkin dari pemerintah (terutama Kominfo) akan supprot, terutama di sisi infrastrukturnya," ucapnya. Baca juga: Digitalisasi Pesantren Digeber demi Inklusi Keuangan Syariah

Sekretaris LTN PBNU Savic Ali mengatakan, perkembangan fintech di Indonesia, khususnya lingkungan NU termasuk di dalamnya ada pesantren semakin membaik. Meskipun dia menyadari jika dibandingkan dengan negara maju seperti China, Indonesia masih tertinggal jauh.

Di berbagai tempat di China, banyak penduduknya yang dalam bertransaksi tidak memakai uang cash, melainkan menggunakan barcode. "Kalau ini diterapkan di dunia pesantren tentu akan sangat memudahkan karena memang ada jutaan santri yang ada di Indonesia," kata Savic

Sementara Wakil Ketua RMI PBNU Hatim Ghazli mengatakan, penggunaan fintech di pesantren belum masif dikarenakan masih banyak persoalan yang tidak mudah untuk diselesaikan. Persoalan yang dimaksud, seperti tidak semua pesantren mendapatkan informasi terkait fintech itu sendiri, kemudian pesantren bisa "resisten" terhadap fintech karena dapat mengubah struktur dan sistem yang selama ini berjalan di pesantren

"Jadi satu sisi pesantren harus terbuka dengan kemajuan yang sangat pesat di dunia fintech ini, tapi dalam hal yang lain harus ada mitigasi terhadap persoalan-persoalan yang muncul salah satunya adalah perubahan tradisi (di pesantren," kata Hatim.

Dia mencontohkan tradisi yang berjalan di pesantren. Menurutnya, masyarakat atau wali santri kalau berkunjung ke rumah kiai membawa hasil buminya. "Nah kok sekarang tiba-tiba di depan rumahnya kiai ada barcode, ini menjadi sesuatu yang lucu," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Berita Terkini
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved