Pondok Pesantren Sangat Berpotensi Kembangkan Fintech
Kamis, 01 April 2021 - 05:18 WIB
loading...
A
A
A
Di berbagai tempat di China, banyak penduduknya yang dalam bertransaksi tidak memakai uang cash, melainkan menggunakan barcode. "Kalau ini diterapkan di dunia pesantren tentu akan sangat memudahkan karena memang ada jutaan santri yang ada di Indonesia," kata Savic
Sementara Wakil Ketua RMI PBNU Hatim Ghazli mengatakan, penggunaan fintech di pesantren belum masif dikarenakan masih banyak persoalan yang tidak mudah untuk diselesaikan. Persoalan yang dimaksud, seperti tidak semua pesantren mendapatkan informasi terkait fintech itu sendiri, kemudian pesantren bisa "resisten" terhadap fintech karena dapat mengubah struktur dan sistem yang selama ini berjalan di pesantren
"Jadi satu sisi pesantren harus terbuka dengan kemajuan yang sangat pesat di dunia fintech ini, tapi dalam hal yang lain harus ada mitigasi terhadap persoalan-persoalan yang muncul salah satunya adalah perubahan tradisi (di pesantren," kata Hatim.
Dia mencontohkan tradisi yang berjalan di pesantren. Menurutnya, masyarakat atau wali santri kalau berkunjung ke rumah kiai membawa hasil buminya. "Nah kok sekarang tiba-tiba di depan rumahnya kiai ada barcode, ini menjadi sesuatu yang lucu," ucapnya.
Sementara Wakil Ketua RMI PBNU Hatim Ghazli mengatakan, penggunaan fintech di pesantren belum masif dikarenakan masih banyak persoalan yang tidak mudah untuk diselesaikan. Persoalan yang dimaksud, seperti tidak semua pesantren mendapatkan informasi terkait fintech itu sendiri, kemudian pesantren bisa "resisten" terhadap fintech karena dapat mengubah struktur dan sistem yang selama ini berjalan di pesantren
"Jadi satu sisi pesantren harus terbuka dengan kemajuan yang sangat pesat di dunia fintech ini, tapi dalam hal yang lain harus ada mitigasi terhadap persoalan-persoalan yang muncul salah satunya adalah perubahan tradisi (di pesantren," kata Hatim.
Dia mencontohkan tradisi yang berjalan di pesantren. Menurutnya, masyarakat atau wali santri kalau berkunjung ke rumah kiai membawa hasil buminya. "Nah kok sekarang tiba-tiba di depan rumahnya kiai ada barcode, ini menjadi sesuatu yang lucu," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :