Pertamina Gas Dukung Program 500 Megawatt Maluku dan Pengembangan Tenaga Kerja Nasional Daerah
Selasa, 30 Maret 2021 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
“Pemanfaatan gas bumi nasional akan mendorong efisiensi produksi energi listrik, yang secara nyata akan mampu menjadi pendorong perekonomian Provinsi Maluku dengan ketersediaan energi listrik yang bersaing dan berkelanjutan,” katanya.
Musalam menjelaskan bahwa potensi gas Wilayah Kerja Seram Non Bula diyakini dapat mendukung pasokan gas untuk proyek strategis Lumbung Ikan Nasional serta memasok pembangkit eksisting dan baru di Provinsi Maluku dan sekitarnya sesuai RUPTL 2018-2028 yang menurutnya setara dengan total kapasitas 500 MW, dengan total nilai investasi sebesar Rp12 triliun.
Dia juga mengatakan bahwa isu utama dari rencana pengelolaan potensi tersebut adalah keberpihakan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah di mana dari sana diharapkan mampu menciptakan pasar gas Maluku yang bersumber dari lapangan gas di Maluku, sehingga slogan circular economy di Maluku 'dari katong par katong' dapat diwujudkan.
“Bidang energi sangat membutuhkan kecukupan SDM, barang, dan jasa, apa bila direspons sinergis antara BUMD, pengembangan dan mitra strategis maka dapat memberdayakan aset daerah khususnya menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Provinsi Maluku dan sekitarnya,” ujar Musalam.
Keberadaan proyek strategis di bidang energi di Maluku seperti Blok Masela, Blok Non Bula dan 500 MW Maluku ini juga mendorong diluncurkannya Program Pengembangan Tenaga Kerja Daerah Maluku (Maluku TKND Development Program).
Musalam menjelaskan bahwa potensi gas Wilayah Kerja Seram Non Bula diyakini dapat mendukung pasokan gas untuk proyek strategis Lumbung Ikan Nasional serta memasok pembangkit eksisting dan baru di Provinsi Maluku dan sekitarnya sesuai RUPTL 2018-2028 yang menurutnya setara dengan total kapasitas 500 MW, dengan total nilai investasi sebesar Rp12 triliun.
Dia juga mengatakan bahwa isu utama dari rencana pengelolaan potensi tersebut adalah keberpihakan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah di mana dari sana diharapkan mampu menciptakan pasar gas Maluku yang bersumber dari lapangan gas di Maluku, sehingga slogan circular economy di Maluku 'dari katong par katong' dapat diwujudkan.
“Bidang energi sangat membutuhkan kecukupan SDM, barang, dan jasa, apa bila direspons sinergis antara BUMD, pengembangan dan mitra strategis maka dapat memberdayakan aset daerah khususnya menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Provinsi Maluku dan sekitarnya,” ujar Musalam.
Keberadaan proyek strategis di bidang energi di Maluku seperti Blok Masela, Blok Non Bula dan 500 MW Maluku ini juga mendorong diluncurkannya Program Pengembangan Tenaga Kerja Daerah Maluku (Maluku TKND Development Program).
Lihat Juga :