Marwan Jafar: BUMN Farmasi Mesti Kuat, Strategis dan Solutif
Senin, 29 Maret 2021 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, sejauh ini muncul kesan di masyarakat, BUMN farmasi sekadar menjadi "tukang jahit" semisal terkait produk seperti vaksin dalam arti bahan baku atau bibit vaksin malahan dari negara luar dan bukan mencoba memaksimalkan bahan baku yg berasal dari dalam negeri atau cenderung lebih suka mengimpor dalam bentuk produk akhir. Maksudnya, apa dan bagaimana solusi yang jitu dan strategis dalam konteks itu mesti ditemukan ran dibahas bersama.
Dia menginformasikan, awal Maret ini pada sebuah pidato ilmiah guru besar farmasi di satu dies natalis perguruan tinggi swasta terkemuka menegaskan, sesungguhnya Indonesia berpotensi besar di pembuatan vaksin atau pencegahan virus dari bahan herbal jahe, madu dan jinten hitam. Cara pembuatan antara lain melalui tahapan nano farmasetik yang serius dan ketat.
"Pertanyaan kita, apa saja peluang yang akan, sedang atau sudah dilakukan oleh kalangan BUMN farmasi kita terkait fakta ilmiah itu? Atau bagaimana sesungguhnya peluang, kekuatan, ancaman dan kelemahan kita terkait potensi domestik bahan herbal kita? Seberapa besar pula kemungkinan BUMN farmasi kita bekerjasama secara saling menguntungkan (win-win businesse) dengan beberapa perusahaan farmasi raksasa dunia, agar mau berinvestasi secara besar di Indonesia," tegas Marwan.
Sekali lagi, Marwan mengingatkan era pandemi dan pascapandemi termasuk fakta saling berlombanya banyak negara menemukan vaksin paling efektif dan aman, kasus pandemi global tersebut diakui atau tidak menjadi pengetahuan dan pengalaman baru, baik bagi kalangan negara maju maupun berkembang. Di sisi lain, hal ini sesungguhnya bisa menjadi momentum pensejajaran di tingkat profesionalitas SDM maupun kepakaran di bidang kemajuan pencapaian.
”Di sisi lain, hal ini sesungguhnya menjadi momentum penyejajaran di tingkat profesionalitas SDM maupun kepakaran di bidang kemajuan pencapaian science dan teknologi farmasi maupun kesehatan atau kedokteran zaman millenial saat ini dan ke depan,” katanya.
Dia menginformasikan, awal Maret ini pada sebuah pidato ilmiah guru besar farmasi di satu dies natalis perguruan tinggi swasta terkemuka menegaskan, sesungguhnya Indonesia berpotensi besar di pembuatan vaksin atau pencegahan virus dari bahan herbal jahe, madu dan jinten hitam. Cara pembuatan antara lain melalui tahapan nano farmasetik yang serius dan ketat.
"Pertanyaan kita, apa saja peluang yang akan, sedang atau sudah dilakukan oleh kalangan BUMN farmasi kita terkait fakta ilmiah itu? Atau bagaimana sesungguhnya peluang, kekuatan, ancaman dan kelemahan kita terkait potensi domestik bahan herbal kita? Seberapa besar pula kemungkinan BUMN farmasi kita bekerjasama secara saling menguntungkan (win-win businesse) dengan beberapa perusahaan farmasi raksasa dunia, agar mau berinvestasi secara besar di Indonesia," tegas Marwan.
Sekali lagi, Marwan mengingatkan era pandemi dan pascapandemi termasuk fakta saling berlombanya banyak negara menemukan vaksin paling efektif dan aman, kasus pandemi global tersebut diakui atau tidak menjadi pengetahuan dan pengalaman baru, baik bagi kalangan negara maju maupun berkembang. Di sisi lain, hal ini sesungguhnya bisa menjadi momentum pensejajaran di tingkat profesionalitas SDM maupun kepakaran di bidang kemajuan pencapaian.
”Di sisi lain, hal ini sesungguhnya menjadi momentum penyejajaran di tingkat profesionalitas SDM maupun kepakaran di bidang kemajuan pencapaian science dan teknologi farmasi maupun kesehatan atau kedokteran zaman millenial saat ini dan ke depan,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :