Prajurit Marinir 3 Hari 3 Malam Terombang-ambing di Laut Tanpa Makan dan Minum

Minggu, 28 Maret 2021 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Akhirnya Pelda Marinir (anm) Slamet Priyono sebagai Dan Tim memutuskan melaksanakan pengunduran setelah lebih dahulu mengirim isyarat ke arah kapal perang milik TNI AL, bahwa keadaan pantai baik untuk pendaratan. Tim mengundurkan diri ke titik temu. Pukul 03.30 atau satu jam setelah tim ini mundur, pantai mulai dibombardemen meriam-meriam kapal TNI AL. Bagaikan pesta kembang api, pantai dibakar dentuman-dentuman proyektil meriam.

Sementara anggota tim berenang, hari semakin terang. Dari jauh samar-samar terlihat rampa LST dengan nomor lambung 501 menganga lebar tanda bahwa gelombang penyerbu tank-tank Maninir sudah meluncur menuju sasaran. Juga di arah daratan di atas kota Dilli ratusan payung yang sedang mengembang melayang-layang dimuntahkan dari perut Hercules- Hercules TNI-AU. Pertempuran di darat berkobar sengit karena anggota tim ini mendengar letusan-letusan menggelegar dan kepulan-kepulan asap tebal dari arah daratan.

Satu hal yang tidak diduga adalah perubahan arah arus yang tidak menentu, sehingga sangat sulit untuk mempertahankan arah lebih-lebih di tengah lautan tanpa ada titik-titik kenal sebagai patokan. Itulah sebabnya hingga berjam-jam anggota tim tidak berhasil menemukan perahu karet yang menunggu. Akhirnya Tim ini memutuskan untuk langsung menuju keformasi kapal-kapal perang TNI AL di lepas pantai Dilli. Kebetulan arah arus memang ke Timur, ke arah kapal-kapal TNI AL tersebut yang jaraknya sekitar 5 mil dari muara sungai Komoro.

Sekitar pukul 08,00 pagi posisi Tim ini sudah ± 2 mil dari kapal-kapal TNI AL tersebut, tetapi tiba-tiba arus berubah lagi ke arah Barat, tetapi karena belum sadar akan perubahan arah arus ini, anggota Tim tetap berenang ke arah kapal, tetapi tidak dapat mendekatinya. Dan akhirnya anggota terseret sampai ke dekat Lequesa sebuah kota pantai ± 25 kilometer sebelah Barat Dilli yang masih dikuasai Fretellin.

Anggota Tim berusaha menjauhi pantai dan kebetulan arah arus berubah lagi ke arah Utara, sehingga memudahkan gerakan anggota Tim menjauhi pantai. Pukul 11.00 anggota Tim berkumpul dan berunding ke arah mana sebaiknya Tim mendarat. Pelda Marinir (anm) Slamet Priyono selaku Dan Tim memutuskan menuju ke Atauro yang terletak ± 20 km sebelah utara Dilli dan ujung barat pulau ± 10 km dari posisi Tim saat itu. Sekitar pukul 13.00 di atas Tim Marinir ini lewat sebuah Dakota (DC-3) TNI-AL. Kegembiraanpun meluap-luap, anggota Tim menyangka bahwa itu pesawat SAR yang ditugaskan mencari anggota Tim ini.

Para anggota Tim berusaha memercik-percikkan air ke atas sebagai tanda agar dapat dilihat dari atas. Tetapi harapan tinggal harapan dan pesawat terus ke arah barat tanpa menghiraukan kami dan ternyata pesawat tersebut memang tidak ditugaskan mencari. Anggota Tim-pun terus berenang lagi, tetapi akhirnya kami sadar, bahwa Pulau Atauro saat itu masih di tangan Portugis dan kemudian sekitar pukul 15.00 diputuskan menuju Pulau Alor, satu-satunya pulau yang terdekat (kelihatannya) dari posisi Tim pada saat itu. Jarak lurus Dilli-Alor sekitar 55 mil. Sedang dari posisi Tim saat itu sekitar 45 mil. Sebenamya pada saat itu kami kurang tahu berapa sesungguhnya jarak Alor-Dilli maupun Atauro-Alor. Tetapi pengaruh cuaca karena waktu itu gunung-gunung di Alor disinari matahari membuat jarak Alor terlihat lebih dekat dari pada ke Dilli. Itulah sebabnya maka Tim memutuskan ke Alor.

Prajurit Marinir 3 Hari 3 Malam Terombang-ambing di Laut Tanpa Makan dan Minum


Anggota Tim berenang terus dengan ganti berganti gaya dan beristirahat tidur setelah berenang 10 jam. Para anggota Tim tidur dengan meniup pelampung dan saling memikul kaki dan bergandengan supaya tidak terpisah-pisah oleh gelombang dan arus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rekomendasi
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Hiburan di Mobil Makin...
Hiburan di Mobil Makin Mudah, Konten Vertikal Jadi Pilihan Baru Penonton
Microdrama China The...
Microdrama China The Little Lucky Star Tayang di V+Short, Ini Sinopsisnya
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
3 Kebiasaan di Pagi...
3 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Menurunkan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved