Embargo di India Berdampak pada Pengiriman Vaksin Corona ke Indonesia
Minggu, 28 Maret 2021 - 05:36 WIB
loading...
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jumlah vaksin Covid-19 yang ada saat ini terbatas karena ditundanya pengiriman vaksin AstraZeneca. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menghadapi masalah terkait logistik vaksin virus Corona (Covid-19). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jumlah vaksin Covid-19 yang ada saat ini terbatas karena ditundanya pengiriman vaksin AstraZeneca dari skema COVAX/GAVI sejumlah 10,3 juta dosis tertunda.
Baca juga: Vaksinasi Corona Tembus 10 Juta, Menkes: Jangan Terlampau Euforia
"Kita paling besar di bulan April, kita hanya ada 7,6 juta (dosis vaksin) karena yang ini (vaksin AstraZeneca) jadi hilang," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (27/3/2021).
Dia menjelaskan tertundanya pengiriman vaksin AstraZeneca karena pemerintah India melarang vaksin tersebut didistribusikan sementara waktu. Hal ini karena angka positif virus Corona di negara tersebut melonjak tajam.
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Gencarkan Vaksinasi Bagi Lansia
"Saat ini, jadwalnya dapat vaksin gratis dari COVAX/GAVI, AstraZeneca gratis 1,1 juta, rencanya dapat 2,5 juta pada 22 Maret, kemudian April 7,8 juta. Tetapi pending karena ada isu India embargo," ungkap Budi.
Dia menjelaskan, vaksin AstraZeneca paling besar dibuat di India. Dengan adanya embargo ini, COVAX/GAVI kemudian merealokasi lagi pembagian vaksin. "Mereka baru bisa bilang ini dikirim ke Mei," jelasnya.
Baca juga: Vaksinasi Corona Tembus 10 Juta, Menkes: Jangan Terlampau Euforia
"Kita paling besar di bulan April, kita hanya ada 7,6 juta (dosis vaksin) karena yang ini (vaksin AstraZeneca) jadi hilang," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (27/3/2021).
Dia menjelaskan tertundanya pengiriman vaksin AstraZeneca karena pemerintah India melarang vaksin tersebut didistribusikan sementara waktu. Hal ini karena angka positif virus Corona di negara tersebut melonjak tajam.
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Gencarkan Vaksinasi Bagi Lansia
"Saat ini, jadwalnya dapat vaksin gratis dari COVAX/GAVI, AstraZeneca gratis 1,1 juta, rencanya dapat 2,5 juta pada 22 Maret, kemudian April 7,8 juta. Tetapi pending karena ada isu India embargo," ungkap Budi.
Dia menjelaskan, vaksin AstraZeneca paling besar dibuat di India. Dengan adanya embargo ini, COVAX/GAVI kemudian merealokasi lagi pembagian vaksin. "Mereka baru bisa bilang ini dikirim ke Mei," jelasnya.
Lihat Juga :