Andi Mallarangeng ke Kubu Moeldoko: Ketimbang Hujan-hujanan, Buat Partai Baru

Sabtu, 27 Maret 2021 - 08:40 WIB
loading...
Andi Mallarangeng ke...
Andi Mallarangeng meminta kubu Moeldoko tidak panik dengan melemparkan berbagai tuduhan yang tidak berdasar. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Nama keluarga Cikeas disinggung kelompok pro Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang ikut terlibat dalam kasus Hambalang. Max Sopacua dkk pun meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus Hambalang, karena masih ada elite Demokrat yang tidak tersentuh.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng , menceritakan keterlibatannya dalam kasus tersebut, di mana saat itu dia memilih mengundurkan diri dari semua jabatannya sebelum dijadikan tersangka.

"Saya sendiri ketika dinyatakan dicekal, saat itu bahkan belum dinyatakan sebagai tersangka karena persoalan Hambalang, langsung mengundurkan diri sebagai menpora dan juga dari jabatan saya di Partai Demokrat sebagai Sekretaris Dewan Pembina, tapi tetap sebagai anggota Partai Demokrat," kata Andi saat dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Puji Moeldoko Jadi Imam Salat Magrib, Darmizal: Bacaannya Fasih, Kami Makin Bangga

Andi juga mengungkap alasan pengadilan menjatuhkan hukuman pidana 4 tahun kepadanya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak diminta mengembalikan uang sepeser pun oleh pengadilan, karena dia tidak melakukan korupsi di kasus Hambalang.

"Oleh pengadilan, saya dinyatakan harus bertanggung jawab sebagai pemimpin tertinggi di Kemenpora, dianggap tidak melakukan pengawasan dengan baik. Saya dihukum 4 tahun penjara tetapi saya tidak diminta mengembalikan satu rupiah pun kepada negara, karena saya tidak menerima uang, tidak menyuruh menerima uang, dan tidak dilapori akan adanya penerimaan uang dari siapapun," beber Andi.

Baca juga: Max Sopacua: Kasus Wisma Atlet Cikal Bakal Runtuhnya Elektabilitas Partai Demokrat

Oleh karena itu, mantan mantan Juru Bicara Presiden RI ke-6 ini menyarankan, dari pada kubu Moeldoko panik seperti ini hingga membuat konferensi pers di tempat terbuka dalam kondisi hujan untuk mendramatisasi, lebih baik membuat partai baru. Itu akan lebih kesatria.

"Daripada panik seperti itu, lalu bikin konferensi pers di tempat terbuka, hujan-hujanan, hanya untuk mendramatisasi, lebih baik energi Pak Moeldoko dan gerombolannya digunakan untuk membuat partai baru. Terserah mau kasih nama apa," sarannya.

Menurur dia, hal itu jauh lebih ksatria dan elegan, tinggak dilihat siapa yang lebih unggul di mata rakyat nantinya.

"Itu lebih elegan dan ksatria. Biar kita lihat siapa yang lebih unggul di mata rakyat, Moeldoko yang jenderal purnawirawan atau AHY yang mayor purnawirawan. Karena dalam politik, pangkat formal tidaklah penting. Yang penting adalah kepercayaan dari rakyat pemilik suara," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Berita Terkini
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved