Syauqi Maruf Amin Nilai Sinergi Penting untuk Kemaslahatan Masyarakat
Jum'at, 26 Maret 2021 - 15:13 WIB
loading...
Putra Wakil Presiden RI, Syauqi Maruf Amin saat bertandang ke Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, bersama jajaran pengurus SiMaC, Kamis 25 Maret 2021. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Peran pondok pesantren (ponpes) dinilai menjadi penting keberadaannya jika disinergikan dengan potensi masyarakat yang ada di sekitarnya, sekaligus memanfaatkan sumber daya yang ada.
Baca juga: Kapolda Jatim Harap HMI Bisa Bersinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat
Hal ini dikatakan Putra Wakil Presiden RI, Syauqi Maruf Amin saat bertandang ke Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, bersama jajaran pengurus Santri Milenial Centre (SiMaC), Kamis 25 Maret 2021.
"Salah satunya gairah itu ada di Ponpes nurul jadid. Hanya saja potensi dan kekuatan antar pesantren ini perlu dijahit dan disinergikan sebagai sebuah upaya penguatan ekonomi umat," kata Gus Oqi sapaan Syauqi Maruf Amin dalam keterangannya, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Inggris Berharap Bisa Sinergi dengan Indonesia dalam Atasi Perubahan Iklim
Gus Oqi menjelaskan silaturahim ini dilakukan untuk membangun kerja sama antara SiMaC dengan jaringan 17 pesantren di seluruh Jawa Timur. Syauqi Maruf Amin selaku Dewan Pembina SiMaC di hadapan para seluruh pimpinan pesantren mengatakan, dalam membangun ekonomi keummatan pada dasarnya harus berbasis pada pesantren.
Pria yang akrab disapa Gus Oqi ini, ekonomi umat bisa berjalan efektif saat dimulai dari pesnatren, baik pada level mikro hingga proses bisnis yang jangkaunnya luas.
"Ponpes Nurul Jadid adalah salah satu pesantren yang dapat dijadikan patokan bagaimana sebuah pesantren dan jaringannya mengembangkan ekonomi pesantren, santri dan alumninya," tuturnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Zuhri Zaini menyambut baik upaya SiMaC membangun kolaborasi dengan simpul pesantren di Jawa Timur.
Kata Kiai Zuhri, sejak sebelum masa kemerdekaan Nahdlatut Tujjar sudah menjadi cita-cita utnuk menciptakan sebuah tatanan ekonomi yang mandiri. Baca juga: Bersinergi dengan Daerah, Kementan Kembangkan Kawasan Pertanian 4.0
"Semangat nahdlatut tujjar memang sudah menjadi cita-cita kami sejak lama untuk menjadikan pesantren mandiri secara ekonomi, sehingga peran pesantren memiliki peran kemasyarakatan," ujar Kiai Zuhri.
Acara silaturahim itu juga diakhiri dengan nota kesepahaman membangun kerja sama antara PT Kopi Abah dengan Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren yang terdiri dari 17 pesantren di Jawa Timur. Upaya kerja sama dilakukan dalam hal pengembangan dan distribusi produk SiMaC yakni Kopi Abah.
Selain itu, kedua belah pihak bersepakat saling mendukung dalam membangun sistem informasi terintegrasi. Tujuannya, memaksimalkan berbgaia upaya pengembangan platform bisnis di masing-masing pesantren.
Baca juga: Kapolda Jatim Harap HMI Bisa Bersinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat
Hal ini dikatakan Putra Wakil Presiden RI, Syauqi Maruf Amin saat bertandang ke Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, bersama jajaran pengurus Santri Milenial Centre (SiMaC), Kamis 25 Maret 2021.
"Salah satunya gairah itu ada di Ponpes nurul jadid. Hanya saja potensi dan kekuatan antar pesantren ini perlu dijahit dan disinergikan sebagai sebuah upaya penguatan ekonomi umat," kata Gus Oqi sapaan Syauqi Maruf Amin dalam keterangannya, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Inggris Berharap Bisa Sinergi dengan Indonesia dalam Atasi Perubahan Iklim
Gus Oqi menjelaskan silaturahim ini dilakukan untuk membangun kerja sama antara SiMaC dengan jaringan 17 pesantren di seluruh Jawa Timur. Syauqi Maruf Amin selaku Dewan Pembina SiMaC di hadapan para seluruh pimpinan pesantren mengatakan, dalam membangun ekonomi keummatan pada dasarnya harus berbasis pada pesantren.
Pria yang akrab disapa Gus Oqi ini, ekonomi umat bisa berjalan efektif saat dimulai dari pesnatren, baik pada level mikro hingga proses bisnis yang jangkaunnya luas.
"Ponpes Nurul Jadid adalah salah satu pesantren yang dapat dijadikan patokan bagaimana sebuah pesantren dan jaringannya mengembangkan ekonomi pesantren, santri dan alumninya," tuturnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Zuhri Zaini menyambut baik upaya SiMaC membangun kolaborasi dengan simpul pesantren di Jawa Timur.
Kata Kiai Zuhri, sejak sebelum masa kemerdekaan Nahdlatut Tujjar sudah menjadi cita-cita utnuk menciptakan sebuah tatanan ekonomi yang mandiri. Baca juga: Bersinergi dengan Daerah, Kementan Kembangkan Kawasan Pertanian 4.0
"Semangat nahdlatut tujjar memang sudah menjadi cita-cita kami sejak lama untuk menjadikan pesantren mandiri secara ekonomi, sehingga peran pesantren memiliki peran kemasyarakatan," ujar Kiai Zuhri.
Acara silaturahim itu juga diakhiri dengan nota kesepahaman membangun kerja sama antara PT Kopi Abah dengan Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren yang terdiri dari 17 pesantren di Jawa Timur. Upaya kerja sama dilakukan dalam hal pengembangan dan distribusi produk SiMaC yakni Kopi Abah.
Selain itu, kedua belah pihak bersepakat saling mendukung dalam membangun sistem informasi terintegrasi. Tujuannya, memaksimalkan berbgaia upaya pengembangan platform bisnis di masing-masing pesantren.
(maf)
Lihat Juga :