Dukung Pemerintah, GAMKI Edukasi Masyarakat Manfaat dan Pentingnya Vaksinasi

Kamis, 25 Maret 2021 - 06:54 WIB
loading...
Dukung Pemerintah, GAMKI...
Ketua Bidang Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjadi pembicara bertajuk Vaksin COVID-19: Lindungi Diri, Keluarga, Bangsa, dan Negeri yang diselanggarakan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebagai bentuk dukungan atas program vaksinasi COVID-19 gratis yang dilakukan pemerintah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia ( GAMKI ) melaksanakan kegiatan edukasi tentang manfaat vaksin COVID-19 kepada masyarakat, khususnya jemaat Gereja.

Dalam pembukaan kegiatan bertajuk "Vaksin COVID-19: Lindungi Diri, Keluarga, Bangsa, dan Negeri", Wakil Ketua Umum DPP GAMKI Sherly Wattimena menyampaikan posisi GAMKI sebagai mitra pemerintah untuk mengedukasi masyarakat terkait program vaksinasi. Baca juga: Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan, Kemenkes Tegaskan Tidak Akan Terburu-buru

Dia menjelaskan, dalam situasi pandemi COVID-19 ini intervensi vaksinasi merupakan salah satu upaya kesehatan yang harus dilaksanakan secara holistik dengan melibatkan berbagai pihak.

"Ini merupakan realitas yang harus kita sikapi secara bersama-sama. Oleh karena itu, GAMKI memposisikan diri sebagai mitra pemerintah baik membantu kementerian dan lembaga terkait edukasi dan sosialisasi, termasuk untuk pendataan penerima vaksin di daerah-daerah, terkhusus di lingkungan gereja-gereja," ujar Sherly dalam webinar pada Selasa, 23 Maret 2021 lalu.

Dalam kegiatan webinar hadir Keynote Speaker Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Prof. Thomas Pentury, Ketua Bidang Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dan Juru Bicara Vaksin COVID-19 PT Bio Farma Bambang Heriyanto.

Sementara, penanggap dalam acara tersebut adalah Bishop Gereja Methodist Indonesia Wilayah I Pdt KW Sinurat, Sekretaris Umum BPH GBI Pdt Josafat Mesach, dan Ketua Umum Sinode Am GPI Pdt Liesje Sumampouw.

Direktur Jenderal Bimas Kristen, Prof Thomas Pentury dalam pemaparannya menyampaikan gereja memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi jemaat mengenai manfaat vaksinasi. "Saya kira pertanyaan mengapa gereja atau umat harus diedukasi itu menjadi penting. Karena, pandemi COVID-19 ini memberi dampak negatif bagi gereja, khususnya dalam pertumbuhan gereja," ujar Thomas.

"Gereja dalam hal ini harus mengerti apa sebenarnya tujuan vaksinasi itu. Kalau tidak kita semua akan menjadi korban. Kalau tidak ada upaya apapun, maka bumi ini akan musnah hanya karena COVID-19 ini. Tapi Tuhan punya cara untuk melindungi bumi ini. Tujuan pertama adalah menurunkan angka kesakitan. Karena kesakitan itu dampaknya banyak," sambungnya.

Selain itu, dia berharap agar seluruh gereja yang ada di Indonesia, baik organisasi seperti GAMKI dan GMKI turut serta mensosialisasikan proses vaksinasi kepada masyarakat luas.

"Berharap kepada seluruh gereja-gereja, organisasi gereja termasuk di dalamnya GAMKI dan GMKI untuk turut serta dalam proses vaksinasi ini dan mensosialisasikan bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga bumi, manusianya, juga memberi ruang bagi manusia atau umat untuk tetap bisa melayani Tuhan," jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito berpandangan kehadiran virus berbahaya di dunia ini disebabkan tidak adanya keseimbangan alam.

"Kalau kita lihat fenomena itu, jadi sebenarnya ada ketidakseimbangan alam. Dan sekarang muncul lah COVID-19. Ketidakseimbangan alam itu juga karena ulah manusia. Jadi kita harus mengembalikan keseimbangan alam dengan baik agar tidak terjadi intervensi dari alam juga untuk menyeimbangkan kembali," kata Wiku.

"Jadi adanya COVID-19 ini adalah salah satu bentuk terdistruksinya lingkungan dan menimbulkan penyakit yang biasanya ada pada hewan atau binatang, dan sekarang pindah ke manusia. Memang prosesnya akan lama sekali, karena itu proses alam," sambungnya.

Melihat persoalan yang mengancam nyawa masyarakat ini, dia menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menargetkan sebanyak 181,5 juta vaksin untuk masyarakat. "Pemerintah sudah menyiapkan perencanaan untuk memiliki vaksin dalam jumlah yang cukup, dan bertahap tentunya," tutur Wiku.

Kemudian, Juru Bicara Vaksin COVID-19 PT Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan saat ini pemerintah tengah menggunakan 7 jenis vaksin, yaitu produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac. Dia mengaku bahwa akses untuk mendapatkan vaksin di tengah pandemi COVID-19 ini begitu sulit.

Kendati demikian, pemerintah berhasil melakukan beberapa langkah untuk mendapatkan vaksin tersebut. "Ini beberapa jalur yang bisa kita siapkan. Pertama, pengadaan vaksin melalui jalur bilateral yang dilakukan dengan kerja sama industri farmasi dalam hal ini Bio Farma dengan beberapa manufaktur penyedia vaksin di dunia," katanya.

"Kedua, melalui jalur multilateral (Covax/GAVI/WHO). Ketiga yang tentunya sangat kita dukung adalah pengembangan Vaksin Merah Putih," ucap Bambang menambahkan.

Sebagai penanggap dalam webinar itu, Bishop Gereja Methodist Indonesia Wilayah I Pdt KW Sinurat menilai, dalam hal ini gereja harus terus menyuarakan agar masyarakat terkhusus jemaat Gereja semakin bijak menghadapi pandemi virus corona ini.

"Pandemi COVID-19 ini bukanlah kutukan. Tetapi ini adalah suatu keadaan yang harus kita hadapi bersama apakah karena faktor alam, atau juga karena faktor kita manusia yang harus mengelola alam semesta ini. Kita harus hadapi situasi ini dengan iman yang kuat," kata dia.

"Gereja juga bukan hanya bercerita vaksin. Gereja dalam menghadapi pandemi ini harus mendidik warga gerejanya untuk bisa bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. Karena ada upaya-upaya pihak tertentu untuk menyampaikan beberapa berita bohong tentang vaksin. Bahkan ada kelompok tertentu mencoba untuk menolak vaksin," imbuh Sinurat.

Masih di acara webinar, Sekretaris Umum BPH GBI Pdt Josafat Mesach membenarkan perkataan Thomas Pentury terkait peranan gereja yang sangat vital dalam mengedukasi jemaat terkait program vaksinasi.

"Jadi, warga jemaat itu pasti lebih menurut kepada apa yang disampaikan oleh Ketua Sinodenya. Disinilah perlu kita mendorong agar semua sinode membuat edukasi yang baik dengan berbagai sarana," ujar Josafat.

Tak sampai di situ, dia juga mempertanyakan vaksinasi untuk anak-anak. Sebab, katanya, anak-anak juga berpotensi terpapar COVID-19.

Di akhir diskusi, Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menegaskan bahwa dilaksanakannya webinar ini guna menunjukkan bagaimana gereja turut mendukung program vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Sehingga dengan berjalannya program vaksinasi ini, seperti yang disampaikan pembicara bahwa kita bukan hanya menyelamatkan diri kita. Tapi juga menyelamatkan keluarga, bangsa, dan masyarakat Indonesia," katanya.

Sahat menyampaikan GAMKI dan berbagai lembaga Gereja siap bekerjasama dengan pemerintah untuk membantu menginformasikan kepada masyarakat dan gereja-gereja di daerah terkait program vaksinasi COVID-19. Baca juga: PBNU Berpesan Agar Masyarakat Tak Perlu Takut Vaksinasi COVID-19

"Kami mendapat banyak pertanyaan dari umat di daerah, ternyata jemaat dan gereja kita di daerah masih kurang informasi tentang bagaimana mengakses program vaksinasi. Kita dari GAMKI siap bekerjasama dengan pemerintah untuk menginformasikan program vaksin kepada gereja-gereja di daerah sehingga mereka tidak ketinggalan informasi," pungkas Sahat.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengacara GAMKI Tegaskan...
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
JAM PMII Laporkan Ketum...
JAM PMII Laporkan Ketum GAMKI ke Bareskrim terkait Polemik Ceramah Jusuf Kalla
Hormati Pertemuan HKBP...
Hormati Pertemuan HKBP dan PGI dengan JK, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Jusuf Kalla Dianggap...
Jusuf Kalla Dianggap Tokoh Perdamaian, Pengamat: Setop Politisasi Murahan
JK Buka Peluang Dialog...
JK Buka Peluang Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Rekomendasi
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved