Bela Jokowi soal Presiden 3 Periode, Megawati: Yang Omong Itu yang Kepengen
Rabu, 24 Maret 2021 - 18:34 WIB
loading...
Presiden Jokowi menerima buku berjudul The Brave Lady yang diserahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat perayaan hari ulang tahun ke-72 Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Rabu (23/1/2019). FOTO/DOK.SINDOnews/EKO PURWANTO
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri angkat bicara dan membela Joko Widodo ( Jokowi ), kadernya yang saat ini menjadi Presiden RI, karena telah dituduh ingin mengamandemen UUD 1945 menyangkut masa jabatan presiden tiga periode .
Hal itu disampaikan Megawati saat menyaksikan peluncuran buku 'Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam', yang dipusatkan di kantor pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (24/3/2021).
"(Jokowi) Berkeinginan katanya 3 periode. Yang omong itu yang kepengen sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa 3 periode," kata Megawati.
Baca juga: Luncurkan Buku Megawati 'Merawat Pertiwi', PDIP: Hindari Impor, Tempuh Jalan Berdikari
Ia menganggap, tudingan tersebut tidak mendasar. Pasalnya, kontitusi dan UU kita sudah membuat aturan main yang jelas. Dengan demikian, presiden itu tak bisa begitu saja mengubah isi UUD 1945. "Memang presiden bisa mengubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak. Kan tidak," kata Megawati.
Menurut putri Bung Karno tersebut, hal itu perlu disampaikan kepada publik, paling tidak bisa diresapi oleh kader PDIP yang duduk di eksekutif maupun legislatif agar tak menyia-nyiakan waktunya selama menjabat.
Hal itu disampaikan Megawati saat menyaksikan peluncuran buku 'Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam', yang dipusatkan di kantor pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (24/3/2021).
"(Jokowi) Berkeinginan katanya 3 periode. Yang omong itu yang kepengen sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa 3 periode," kata Megawati.
Baca juga: Luncurkan Buku Megawati 'Merawat Pertiwi', PDIP: Hindari Impor, Tempuh Jalan Berdikari
Ia menganggap, tudingan tersebut tidak mendasar. Pasalnya, kontitusi dan UU kita sudah membuat aturan main yang jelas. Dengan demikian, presiden itu tak bisa begitu saja mengubah isi UUD 1945. "Memang presiden bisa mengubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak. Kan tidak," kata Megawati.
Menurut putri Bung Karno tersebut, hal itu perlu disampaikan kepada publik, paling tidak bisa diresapi oleh kader PDIP yang duduk di eksekutif maupun legislatif agar tak menyia-nyiakan waktunya selama menjabat.
Lihat Juga :