PKS Desak Pemerintah Serius Merespons Vaksin Nusantara untuk Ditindaklanjuti
Selasa, 23 Maret 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Anshori, Anggota Fraksi PKB, Nihayatul Mafiroh mengaku pihaknya mengapresiasi pimpinan DPR yang telah mengambil keputusan untuk mendukung vaksin buatan anak negeri ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 momentum bagi bangsa untuk menunjukkan kedaulatan di bidang kesehatan.
Baca juga: Soal Vaksin Nusantara, Jokowi: Harus Sesuai Kaidah Keilmuan dan Libatkan Ahli
"Bagaimana kita selama ini tidak memiliki kemandirian obat seluruh obat yang kita miliki masih bergantung pada luar negeri. Bahkan ada yang paling sedikit pak pimpinan kita ini memiliki uji obat namanya TCN ini adalah alat untuk menguji turbukolosis ini bisa digunakan untuk menguji Covid-19 dengan memakai tambahan alat Tetrit," tutur Nihayatul.
"Kita tetrit ini masih tergantung pada luar negeri, tetrit dalam seminggu seluruh Indonesia hanya dapat jatah 6000, 6000 tetrit ini harus dibagi ke seluruh Indonesia tentu ini sangat tidak mencukupi," imbuh perempuan yang akrab disapa Ninik itu.
Lebih lanjut Ninik mengatakan, dari situ bisa digambarkan secara kemandirian bahwa obat kemandirian kesehatan tidak memiliki kekuatan. Dengan begitu, ketika vaksin Nusantara dan vaksin merah putih dihambat lajunya bahkan sudah masuk fase pertama lalu disuruh mundur lagi tentu ini menjadi keprihatinan semua anak bangsa.
Baca juga: Soal Vaksin Nusantara, Jokowi: Harus Sesuai Kaidah Keilmuan dan Libatkan Ahli
"Bagaimana kita selama ini tidak memiliki kemandirian obat seluruh obat yang kita miliki masih bergantung pada luar negeri. Bahkan ada yang paling sedikit pak pimpinan kita ini memiliki uji obat namanya TCN ini adalah alat untuk menguji turbukolosis ini bisa digunakan untuk menguji Covid-19 dengan memakai tambahan alat Tetrit," tutur Nihayatul.
"Kita tetrit ini masih tergantung pada luar negeri, tetrit dalam seminggu seluruh Indonesia hanya dapat jatah 6000, 6000 tetrit ini harus dibagi ke seluruh Indonesia tentu ini sangat tidak mencukupi," imbuh perempuan yang akrab disapa Ninik itu.
Lebih lanjut Ninik mengatakan, dari situ bisa digambarkan secara kemandirian bahwa obat kemandirian kesehatan tidak memiliki kekuatan. Dengan begitu, ketika vaksin Nusantara dan vaksin merah putih dihambat lajunya bahkan sudah masuk fase pertama lalu disuruh mundur lagi tentu ini menjadi keprihatinan semua anak bangsa.
Lihat Juga :