Plus Minus Prabowo-Anies Berduet di Pilpres 2024

Selasa, 23 Maret 2021 - 14:12 WIB
loading...
Plus Minus Prabowo-Anies...
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan saat momen Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Foto/dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana duet Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang berembus.

Wacana itu mencuat dari ucapan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa beberapa waktu lalu.

"Pasangan Prabowo Subianto -Anies Baswedan adalah salah satu skenario yang mungkin terjadi di 2024," ujar pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara kepada SINDOnews, Selasa (23/3/2021).

Igor mengatakan, data sejumlah survei membuktikan Menteri Pertahanan dan Gubernur DKI itu selalu berada di lima besar tokoh yang punya elektabilitas dan popularitas untuk maju di Pemilu 2024. "Ini artinya, Anies Baswedan jauh lebih baik menjadi cawapres ketimbang capres," kata Igor yang juga sebagai Director Survey dan Polling Indonesia (SPIN) ini. Baca juga: Anies Baswedan Capres Terkuat, Gerindra Berharap Prabowo Bersedia Maju Kembali

Pertama, kata Igor, tahun depan Anies Baswedan tidak punya lagi panggung politik, karena masa jabatannya sebagai Gubernur DKI akan berakhir. Kedua, lanjut Igor, Anies Baswedan tidak punya kendaraan politik atau bukan kader partai politik. "Modal Anies cuma elektabilitas, bukan eligibilitas," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa syarat seseorang bisa maju sebagai capres masih mengacu pada syarat ambang batas calon presiden atau presidential threshold 20%. "Lain halnya kalau menjadi nol persen. Beda dengan Prabowo Subianto yang punya elektabilitas, panggung politik dan Gerindra," katanya. Baca juga: Unggul di Usia 17-21, Anies Baswedan Masih Keok di Seluruh Populasi Pemilih

Bahkan, menurut Igor, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto lebih berpeluang jadi Capres 2024 karena faktor Golkar, walaupun secara elektoral masih minim. Airlangga, kata dia, tinggal meningkatkan elektabilitas dan mencari pasangan dari partai lain (koalisi), maka menjadi Capres sesuai kelayakan Undang-undang.

"Ketiga, jika Prabowo maju lagi sebagai capres di 2024, kecil kemungkinan Anies Baswedan mau head to head dengan Prabowo. Bisa dibayangkan, jika Gerindra DKI tidak banyak mendukung kebijakan Anies di Jakarta sampai sekarang," ungkapnya.

Igor mengatakan, keinginan Anies Baswedan untuk bertemu Prabowo Subianto beberapa waktu lalu bisa dilihat dalam konteks perlindungan atas leadership-nya di Jakarta sampai akhir masa jabatan tahun depan. "Sekalipun politik itu dinamis, posisi Anies sebagai cawapres Prabowo lebih masuk akal," kata Igor. Baca juga: Soal Duet dengan Prabowo di Pilpres, Politikus PKS: Jangan Mau Pak Anies

Keempat, kata Igor, Anies Baswedan bisa menutupi celah kekurangan Prabowo Subianto, yaitu dari pemilih muslim yang kecewa karena bergabungnya mantan Danjen Kopasus itu ke dalam Pemerintahan Jokowi. Anies juga dianggap punya daya tarik bagi pemilih milenial yang merupakan segmen potensial dalam demografi pemilih di 2024.

"Kekurangannya dari pasangan Prabowo-Anies adalah tantangan dari pemilih ideologis yang kecewa terhadap Prabowo-Sandi di Pemilu 2019 lalu," katanya.

Menurut dia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa jadi lantang menolak duet Prabowo Subianto - Anies Baswedan, begitu juga PDIP atau Nasdem. Sebaliknya, dia melihat Anies Baswedan walaupun elektabilitasnya cukup bagus, tapi tingkat ketidaksukaan terhadap Gubernur DKI ini juga tinggi, terutama bagi mayoritas pemilih Jokowi

"Oleh karena itu, selain skenario Prabowo-Anies, maka skenario Prabowo-Ganjar, Prabowo-Puan, atau Prabowo-Airlangga Hartarto juga bisa saja terjadi di injury time. Membaca hasil berbagai survei hari ini itu mudah. Jika Prabowo Subianto terus menerus juara, itu artinya cuma Jokowi yang bisa mengalahkan Prabowo, bukan tokoh yang lain. Atau belum ada tokoh yang lain. Oleh karena itu, figur cawapres itu sangat menentukan di 2024 nanti," pungkasnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved