Pengacara Sebut Jumhur Hidayat Dijadikan Tahanan Politik

Kamis, 18 Maret 2021 - 18:32 WIB
loading...
Pengacara Sebut Jumhur...
M Jumhur Hidayat. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengacara M Jumhur Hidayat dari LBH Jakarta Arif Maulana curiga peradilan terhadap kliennya tentang dugaan kasus penyebaran hoaks itu menunjukkan Jumhur sebagai tahanan politik . Sebab, hak kliennya sebagai terdakwa dan hak pengacara pun dibatasi.

Menurutnya, pernyataan Jumhur yang disangka penyebaran hoaks itu sejatinya hanyalah kritik terhadap pemerintah tentang penerbitan Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap kliennya telah menindas rakyat. Bahkan, dalam peradilan, majelis hakim pun tak melakukan apa pun, seolah membiarkan begitu saja hak kliennya sebagai terdakwa dan hak advokat tak terpenuhi.

"Tapi itu justru diberlakukan sewenang-wenang, kepolisian melakukan penahanan dan membatasi hak advokat, hak terdakwa untuk bertemu advokat, itu secara melanggar hukum KUHAP," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Sidang Jumhur Hidayat, Saksi Pelapor Belum Pernah Baca UU Ciptaker

Sementara itu, pengacara Jumhur lainnya, Oky Wiratama menerangkan, Jumhur pun diduga menjadi sasaran politisasi di kasus tersebut. Sebab, tampak jelas di persidangan saat agenda pemeriksaan saksi pelapor, khususnya saksi Andito Prabayu yang diperiksa di persidangan pada Kamis (18/3/2021), keterangan Andito seolah menggambarkan para saksi pelapor itu sudah menargetkan kliennya untuk dilaporkan.

Padahal, tambahnya, kritik tentang Omnibus Law Cipta Kerja itu sejatinya tak dilontarkan oleh Jumhur saja, tapi juga oleh orang-orang lainnya. Di media sosial, khususnya Twitter banyak bertebaran tentang perdebatan UU Ciptaker.

"Bagaimana para saksi mengakses akun terdakwa, tadi dikatakan (saksi Andito Prabayu), mereka memang sengaja buka laptop, langsung men-search akun terdakwa @jumhurhidayat, bukan melalui tracing hashtag omnibuslaw, hashtag uu ciptakerja. Jadi, mereka sengaja menyasar, menargetkan, dan diskusi mencari-cari celah bagaimana postingan Jumhur ini untuk bisa dilaporkan dan ternyata ada," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Kelakar Prabowo ke Jumhur...
Kelakar Prabowo ke Jumhur saat Resmikan Museum Marsinah: Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
Menteri LH Jumhur Tegaskan...
Menteri LH Jumhur Tegaskan Komitmen Atasi Pengelolaan Sampah
75% TPA di Riau Masih...
75% TPA di Riau Masih Gunakan Sistem Open Dumping Sampah, Jumhur Dorong Percepatan Teknologi RDF dan Methane Capture
Isu Mark Up Harga Sepatu...
Isu Mark Up Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Itu Fitnah, Hoaks
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Penanaman 1.000 Pohon...
Penanaman 1.000 Pohon di Cipanas, Jumhur: Kesejahteraan dan Perlindungan Lingkungan Harus Seimbang
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved