Curhat lewat Tulisan, SBY: Perbuatan Sejumlah Sahabat Sangat Melukaiku
Kamis, 18 Maret 2021 - 15:29 WIB
loading...
SBY mengaku tak hendak meratap, atau meminta-minta kepada Allah di luar yang seharusnya. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan adanya perbuatan dan perlakuan sejumlah sahabatnya yang sangat melukainya. Tulisan curahan hati (curhat) SBY itu ditayangkan di media social Facebook, Youtube SBY dan akun Instagram istrinya, Ani Yudhoyono in Memoriam.
Tulisannya berjudul ‘Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat, Tapi Pasti itu tertanggal 15 Maret 2021. “Di keheningan malam itulah, aku berkontemplasi untuk mencari hikmah dari cobaan baru yang kualami,” ujar SBY dalam tulisannya yang dikutip SINDOnews pada Kamis (18/3/2021).
(Baca:Di Tengah Kisruh Demokrat, SBY Bicara soal Kebenaran dan Keadilan)
SBY mengatakan bahwa dalam kekuatan iman yang dimilikinya, dia bertanya kepada Sang Pencipta, juga mengadu, mengapa cobaan itu mesti datang seperti itu.
“Perbuatan dan perlakuan sejumlah "sahabat" yang sangat melukaiku. Juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik, yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan bahwa itu bakal terjadi. Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budi pekerti. Juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan,” ujarnya.
Tulisannya berjudul ‘Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat, Tapi Pasti itu tertanggal 15 Maret 2021. “Di keheningan malam itulah, aku berkontemplasi untuk mencari hikmah dari cobaan baru yang kualami,” ujar SBY dalam tulisannya yang dikutip SINDOnews pada Kamis (18/3/2021).
(Baca:Di Tengah Kisruh Demokrat, SBY Bicara soal Kebenaran dan Keadilan)
SBY mengatakan bahwa dalam kekuatan iman yang dimilikinya, dia bertanya kepada Sang Pencipta, juga mengadu, mengapa cobaan itu mesti datang seperti itu.
“Perbuatan dan perlakuan sejumlah "sahabat" yang sangat melukaiku. Juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik, yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan bahwa itu bakal terjadi. Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budi pekerti. Juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan,” ujarnya.
Lihat Juga :