Pengamat Australia: KLB Ilegal Akan Hancurkan Partai Demokrat
Selasa, 16 Maret 2021 - 03:25 WIB
loading...
Dua ahli Indonesia (Indonesianis) asal Australia berpendapat Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Sibolangit, Sumut akan menghancurkan Partai Demokrat. Foto/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Dua ahli Indonesia (Indonesianis) asal Australia berpendapat Kongres Luar Biasa ( KLB) ilegal akan menghancurkan Partai Demokrat . Mereka tidak yakin Partai Demokrat tetap dipilih konstituennya yang saat ini berjumlah lebih dari 10 juta orang jika dicaplok oleh Kepala KSP Moeldoko.
Jadi, ini bukan sekadar upaya mencari kendaraan politik untuk pencapresan tapi upaya terstruktur dan sistematis untuk melemahkan oposisi yang merupakan salah satu ciri otoritarianisme. Baca juga: Ruhut Sitompul Yakin Menkumham Sahkan Demokrat Kubu Moeldoko
Ahli Indonesia terkemuka Dr Marcus Meitzner dari Australia National University (ANU) mengatakan Partai Demokrat dipilih karena faktor ketokohan yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Jika mereka tidak ada, partai ini kehilangan daya tarik utamanya,” ujar Meitzner dalam webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Universitas Parahyangan, Bandung, belum lama ini.
“Jika kepemimpinan Partai Demokrat diambil-alih Moeldoko, saya yakin elektabilitas Partai Demokrat akan terjun bebas menjadi 1-2 persen saja dan tidak akan lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024,” kata dia sudah meneliti politik Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Jadi, ini bukan sekadar upaya mencari kendaraan politik untuk pencapresan tapi upaya terstruktur dan sistematis untuk melemahkan oposisi yang merupakan salah satu ciri otoritarianisme. Baca juga: Ruhut Sitompul Yakin Menkumham Sahkan Demokrat Kubu Moeldoko
Ahli Indonesia terkemuka Dr Marcus Meitzner dari Australia National University (ANU) mengatakan Partai Demokrat dipilih karena faktor ketokohan yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Jika mereka tidak ada, partai ini kehilangan daya tarik utamanya,” ujar Meitzner dalam webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Universitas Parahyangan, Bandung, belum lama ini.
“Jika kepemimpinan Partai Demokrat diambil-alih Moeldoko, saya yakin elektabilitas Partai Demokrat akan terjun bebas menjadi 1-2 persen saja dan tidak akan lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024,” kata dia sudah meneliti politik Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Lihat Juga :