Harus Bisa Jadi Panutan, Tokoh Agama Diminta Sebar Nilai-nilai Isra Mikraj
Sabtu, 13 Maret 2021 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Anwar juga menyebut bahwa dalam membangun peradaban yang beradab harus berdasarkan etika-etika yang ada. Dia mencontohkan, tidak boleh makmum mendahului imam, karena kalau makmum mendahului imam itu tidak sah.
“Seperti pada era kepemimpinan saat ini, kita hidup di negara yang banyak berbagai perbedaan, selain itu juga ada ayatnya di surat An-Nisa Ayat 59, ‘Yaaa aiyuhal laziina aamanuuu atii'ul laaha wa atii'ur Rasuula wa ulil amri minkum’ yang mana maksudnya adalah taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan juga taat kepada pemimpin, tentunya pemimpin yang sah. Jadi disini juga hikmah dari ibadah salat itu juga harus mentaati kepada pemimpin yang sah,” tuturnya.
Anwar mengingatkan pentingnya peran para tokoh masyarakat dan juga tokoh agama. Menurut dia, ulama adalah "warosatul anbiya", artinya para ulama ini adalah pewaris para nabi dan rasul, khususnya Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, lanjut dia, para ulama dan tokoh masyarakat harus bisa menjadi contoh dan panutan daripada orang-orang yang mengikutinya.
“Menjadi pemimpin juga harus dipertanggungjawabkan kepemimpinannya, walaupun kepemimpinan nonformal. Kalau pemerintah kan kepemimpinan formal, tetapi kalau tokoh masyarakat tokoh agama itu kan kepemimpinan non formal,” ungkapnya.
“Seperti pada era kepemimpinan saat ini, kita hidup di negara yang banyak berbagai perbedaan, selain itu juga ada ayatnya di surat An-Nisa Ayat 59, ‘Yaaa aiyuhal laziina aamanuuu atii'ul laaha wa atii'ur Rasuula wa ulil amri minkum’ yang mana maksudnya adalah taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan juga taat kepada pemimpin, tentunya pemimpin yang sah. Jadi disini juga hikmah dari ibadah salat itu juga harus mentaati kepada pemimpin yang sah,” tuturnya.
Anwar mengingatkan pentingnya peran para tokoh masyarakat dan juga tokoh agama. Menurut dia, ulama adalah "warosatul anbiya", artinya para ulama ini adalah pewaris para nabi dan rasul, khususnya Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, lanjut dia, para ulama dan tokoh masyarakat harus bisa menjadi contoh dan panutan daripada orang-orang yang mengikutinya.
“Menjadi pemimpin juga harus dipertanggungjawabkan kepemimpinannya, walaupun kepemimpinan nonformal. Kalau pemerintah kan kepemimpinan formal, tetapi kalau tokoh masyarakat tokoh agama itu kan kepemimpinan non formal,” ungkapnya.
Lihat Juga :